33.2 C
Samarinda
Sunday, April 14, 2024

Harga Daging Sapi Naik, Robyan Noor : Mau Lebaran Haji, Tapi Stok Aman

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Mendekati lebaran Iduladha, sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Diantaranya minyak goreng curah, telur, daging sapi dan sejumlah komoditi lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim Yadi Robyan Noor mengatakan, kendati sejumlah kebutuhan pokok mulai naik, namun dia memastikan stok bahan pokok di Kaltim masih mencukupi hingga dua bulan ke depan.

“Tugas kami untuk memastikan stok dua bulan. Itu tugas kami dan agar harga terjangkau,” katanya saat dikonfirmasi headlinekaltim.co.

Mengenai harga daging sapi, diakui Robyan Noor, saat ini memang mengalami kenaikan harga, apalagi menjelang Iduladha. Tapi, dia menegaskan stok daging sapi masih tetap aman di Kaltim.

“Harganya memang masih tinggi dan harganya masih di atas het. Pertama karena isu PMK (penyakit mulut dan kuku hewan ternak, red). Tapi sekarang kita pastikan daging sapi aman. Memang kendalanya kan ini mau lebaran haji (Iduladha), kami jamin barangnya (daging) aman,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim berusaha memastikan ketersediaan daging sapi. Upaya penyediaan stok dengan menggandeng Dinas Peternakan.

“Kami membantu pak Gubernur untuk memastikan ketersediaan daging sapi, kita kerjasama dengan Dinas Peternakan. Untuk Bapok (bahan pokok) 70 persen dari luar daerah, seperti Sulawesi dan sebagiannya dari pulau lain, tergantung harga pasok,” katanya.

“Kami juga memastikan 10 kabupaten/kota terpenuhi ketersediaan dan harga terjangkau. Kami pegang distributor, pedagang besar, pedagang kecil dan ritel bersama Wali Kota. Jadi kami pastikan bahan pokok tidak masalah,” timpalnya.

Robyan Noor menyebut, walaupun terdapat kenaikan harga di sejumlah komoditi bahan pokok, tapi itu masih wajar.

“Ini memang muncul ada kebijakan, tapi harga masih mahal. Sebenarnya yang pasti ada barangnya, karena kalau murah tapi tidak ada barangnya, ya repot juga,” imbuhnya. (Ngh/Adv/Kominfo)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU