src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Guru Besar Ekonomi Unikarta Sarankan Pedagang Buka Lapak Jualan Daring

Guru Besar Ekonomi Unikarta Sarankan Pedagang Buka Lapak Jualan Daring

2 minutes reading
Thursday, 12 Feb 2026 20:43 6 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Febis) Unikarta Prof. Dr. Iskandar menyarankan agar pedagang pasar Tangga Arung Square (TAS) berjualan daring guna meningkatkan penjualan produknya.

“Kalau mengandalkan pembeli datang ke pasar TAS berat rasanya akan meningkat penjualan produk,” ucap Prof Iskandar saat menjadi pemateri Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 bidang infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah, Kamis 12 Februari 2026.

Jika sudah berjualan daring, maka di tokonya hanya berkonsentrasi untuk pengemasan produk sembari menanti pembeli yang datang langsung. Untuk ekspedisi bisa bekerja sama dengan kurir berbasis aplikasi seperti Gojek, Grab dan Maxim saja.

“Kota Tenggarong beda dengan Kota Samarinda dan Balikpapan dari segi populasi penduduk dan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Iskandar juga menilai, objek wisata alam sudah mulai berkembang. Pemerintah perlu memperhatikan penunjang. “Perhatikan infrastruktur jalannya agar wisatawan mudah menuju kesana,” jelasnya.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna berterima kasih atas masukan kritik dan saran dari masyarakat. “Kritik dan saran akan disampaikan di forum rencana kerja (Renja) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna penyusunan RKPD 2027,” jelas Nana, panggilan akrabnya.

Nana mengakui, pemetaan wilayah yang menjadi pusat perekonomian sudah berjalan di Kukar. Dia mencontohkan, kawasan wisata hulu yang ada di Kecamatan Kota Bangun dan Kota Bangun Darat sudah bagus. “Objek wisata Desa Kedang Ipil dan Pela sudah menjadi kawasan wisata alam,” ucapnya.

Permasalahan ekonomi yang diprioritaskan Pemkab Kukar, kata dia, adalah pengentasan kemiskinan. Dalam RKPD 2027 nanti, angka kemiskinan bisa ditekan. “Pengentasan kemiskinan menjadi program utama di pemerintahan,” paparnya.

Asisten III Pemkab Kukar, Dafip Haryanto memastikan, masukan dan saran akan dibahas bersama menjadi program kerja berskala prioritas sambil melihat potensi kemampuan keuangan di tahun 2027. “Nanti di Forum Renja OPD, akan dibahas program prioritas sambil melihat juga beberapa usulan program dari DPRD,” tutupnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x