27.5 C
Samarinda
Wednesday, June 16, 2021

Gubernur: Serapan APBD Terkendala Proses Lelang

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor meminta kepada seluruh kepala OPD dan jajarannya terus melakukan percepatan pelaksanaan pembangunan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Gubernur mengingatkan bahwa seluruh program dan kegiatan harus sesuai visi misi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD yang menjadi prioritas.

Hal itu disampaikannya pada awak media usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kuartal I Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim tahun 2021, Selasa 11 Mei 2021.

Dikatakan Gubernur, pada Kuartal I APBD Kaltim tahun 2021 besaran penggunaan dana masih sama seperti tahun sebelumnya.

“Penggunaannya seperti biasa, setiap tahun sama. Lumayan sama dengan tahun lalu. Persentasenya hampir mirip dengan tahun lalu dari kuartal I yaitu 14 persen. Tapi dari segi volume, lebih besar tahun ini” ujarnya.

Dia mengakui, persentase tersebut memang jauh dari yang ditargetkan. Namun, Isran optimistis persentase itu akan meningkat di penghujung bulan Mei.

“Jadi memang, dari segi target bulanan tidak seperti itu. Sama tahun-tahun sebelumnya seluruh Indonesia sama. Karena memang biasanya melandainya di ujung Mei, pertengahan tahun dia naik,” terangnya.

Namun, dalam pelaksanaannya terdapat masalah. “Masalah biasa. Tidak ada satupun persoalan pekerjaan yang tidak ada masalah, tidak pernah bersih dari masalah. Nggak apa-apa,” katanya.

Soal terkendala proses lelang yang tertunda, Gubernur tak membantahnya. “Ada juga masalahnya di situ. Biasa, masalah itu jadi dari perubahan, Perpres. Misalnya sistemnya menyesuaikan. Dan kita tangani bersama. Ada strateginya, ada aturannya juga yang memayungi untuk menanggulangi masalah itu. Misalnya tadi, kekurangan sumber daya manusia (SDM),” bebernya.

Ditanya OPD mana saja yang penyerapan APBD rendah, Gubernur menyebut semua penyerapan APBD merata. Hal itu diantaranya dipengaruhi oleh banyaknya kontraktor yang enggan mengambil termin pembayaran di awal tender proyek.

“Ada, cuma sama-sama merata. Tapi tidak masalah kok. Aku melihat dan menilainya seperti tahun sebelumnya. Misalnya ada yang sudah tender, ada yang sudah selesai, tapi mereka itu nggak mau mengambil termin. Jadi nanti dia repotkan mengambil termin. Bagus terakhir, karena dia punya modal. Sekalian ambil saja di akhir tahun, itu bagus karena dia punya modal. Jadi sekali ambil saja di akhir pekerjaan. Sekitar mungkin bulan Agustus, September, Oktober,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar