src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ely Hartati Rasyid saat Sosper di Desa Loa Duri Hulu (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pentingnya sosialisasi perencanaan dan pengolahan energi kepada masyarakat, diyakini mampu mengedukasi serta membantu pencapaian kemandirian ketahanan energi di Kaltim.
Untuk itu, anggota DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid sengaja mengambil materi sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) provinsi Kaltim Nomor 8 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Kaltim, yang berlangsung di aula Desa Loa Duri Ulu baru-baru ini.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Dosen Unikarta dan STIE Tenggarong Johansyah. Selain itu diikuti oleh Kepala Desa Lia Duri Ulu Muhammad Arsyad, lembaga masyarakat, kepala dusun dan relawan.
Dikatakan politisi partai PDI-P ini, sosialisasi Perda ini merupakan tugas dari anggota DPRD Kaltim untuk mensosialisasikan Perda yang sudah ada hasilnya.
“Sosialisasi Perda ini sebagai ajang edukasi kepada masyarakat, sekaligus informasi agar dapat diketahui oleh masyarakat luas tentang adanya aturan yang telah ditetapkan. Juga sebagai wadah menerima aspirasi masyarakat,” ucap Ely Hartati Rasyid.
Sementara itu, akademisi sekaligus narasumber yang dihadirkan, Johansyah menerangkan, rasio elektrifikasi provinsi Kaltim dapat mencapai 100 persen pada tahun 2025 mendatang.
Diperkirakan seluruh desa pada kawasan perbatasan negara sudah berlistrik 600 watt per harinya. Terjaminnya ketersediaan listrik tersebut untuk kawasan industri, terutama di Bontang, Kariangau dan Maloy Batuta.
Selain itu kata dia, meningkatnya akses masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM) LPG untuk keperluan masyarakat.
“Kemudian memaksimalkan pemanfaatan potensi EBT dan pelaksanaan konservasi energi. Pada tahun 2025 bauran energi baru dan terbarukan setidaknya mencapai 12,4 persen. Tercapainya indikator energi sebesar elastisitas energi 0,36 pada tahun 2020 dan 0,45 pada 2025. Pemakaian energi final 15,69 TOE/miliar rupiah pada 2010 dan 13,05 TOE/miliar rupiah pada 2025. Sedang pemakaian energi final perkapita 2,12 TOE pada 2020 dan 2,19 TOE pada 2025,” terangnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih