src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dulu Kerap Buang ke Laut, Warga Diajari Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin

Dulu Kerap Buang ke Laut, Warga Diajari Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin

2 minutes reading
Saturday, 26 Dec 2020 21:32 237 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN–Bermula dari kebiasaan warga di kawasan Kampung Atas Air di Kelurahan Margasari, Balikpapan yang membuang minyak jelantah ke laut dan berpotensi mencemari lingkungan.

Hal ini jadi perhatian Pertamina RU V Balikpapan. Perusahaan pelat merah ini menggandeng Komunitas Jelantah 4 Change melakukan program pemberdayaan dan melatih masyarakat untuk mengubah minyak jelantah menjadi lilin, pada Sabtu 26 Desember 2020.

Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan Roberth MV Dumatubun mengatakan bahwa program ini melibatkan kelompok masyarakat yang diberi nama Mariojela. “Mariojela ini sendiri merupakan singkatan dari Margasari Olah Jalantah” ujarnya.

“Bersama Komunitas Jelantah 4 Change kita mengedukasi masyarakat bahwa selain membuang minyak jelantah ke laut berpotensi mencemari lingkungan, sebenarnya minyak jelantah dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat” jelasnya.

Pelatihan diikuti 16 RT di Kelurahan Margasari. Terkait dengan protokol kesehatan, maka pelatihan akan dibagi kedalam 8 gelombang yang akan diikuti oleh 5 sampai dengan 7 orang peserta setiap pelatihannya.

“Setelah pelatihan pembuatan lilin, nantinya kelompok akan diajarkan juga metode pemasarannya” jelasnya.

Salah satu anggota kelompok, Moelyono mengatakan bahwa sebelum program ini diinisiasi, masyarakat membuang minyak jelantah ke ke laut.

“Masyarakat umum masih berfikir dan menganggap bahwa laut adalah tempat sampah yang luas” ujarnya.

“Awal mula di tahun 2019, terkumpul sekitar 300 liter. Sementara dari awal tahun hingga pertengahan Desember 2020, jumlah minyak jelantah yang terkumpul sekitar 787 liter.” katanya.

Dia menjelaskan, anggota kelompok aktif dalam pengumpulan minyak jelantah. “RT 10 dan RT 11 menjadi pengumpul terbanyak dimana mereka mengumpulkan lebih dari 100 liter” jelasnya.

Selama ini, kata dia, minyak jelantah kerap langsung dijual kepada salah satu pengumpul.

Moelyono mengharapkan agar program ini terus berlanjut dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat. “Selain bernilai ekonomi, diharapkan keberlanjutan program ini dapat semakin menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka,” harapnya.

Penulis: Iwan
Editor: Mh amal

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x