src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dua Puskesmas di Kukar Tak Punya Dokter, Masyarakat Mengeluh

Dua Puskesmas di Kukar Tak Punya Dokter, Masyarakat Mengeluh

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 18:11 251 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dari 32 Puskesmas se-Kabupaten Kukar, ada dua Puskesmas yang tidak memiliki tenaga dokter. Masyarakat mengeluh mendapatkan pelayanan medis tak maksimal.

“Kami bikin acara di Tabang terus ada peserta yang sakit, tapi harus dibawa ke Puskemas Kembang Janggut karena layanan masih belum memadai. Kalau dirujuk ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, kan lumayan jauh perjalanannya,” sebut wakil Forum Anak Kukar, Zawattu Jannah, Rabu 11 Februari 2026, saat hadiri Forum Konsultasi Publik, pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Plt Kepala Dinkes Kukar Kusnandar membenarkan hal tersebut. “Puskesmas Muara Wis dan Tabang tidak memiliki dokter,” jelasnya.

Dinkes Kukar, tambah Kusnandar, sudah membuka lowongan di dua Puskesmas tersebut. Namun, sampai sekarang tidak ada yang berminat. Sementara, tidak diperbolehkan mengangkat ASN baru. “Pembayaran jasa medisnya bersumber dari dana Puskesmas, berdasarkan keuntungan Puskesmas yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah(BLUD),” ungkapnya.

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kukar, dr J.N Adam mengakui tak semua dokter mau ditempatkan di wilayah terjauh. “Dokter banyak di wilayah perkotaan saja,” jelasnya.

Sebenarnya, menurut Adam, ada seleksi dokter melalui program Nusantara Sehat yang khusus ditugaskan di daerah jauh. Untuk Puskesmas Muara Wis dan Tabang, tetap saja tidak ada yang berminat. “Padahal reward Dokter Nusantara Sehat, lumayan besar,” ucapnya.

Guna melayani warga di Puskesmas tersebut, para dokter mau tak mau datang memberi pelayanan ke sana. Idealnya, satu Puskemas induk ada dua orang dokter. Terlebih lagi jika layanan Puskesmas 24 jam.

“Fasilitas dokter sebaiknya disediakan, seperti rumah dan kendaraan dinas, jangan sampai dokter yang mengabdi harus ngontrak rumah lagi di wilayah kerja. Bahkan, masih ada Puskesmas yang tidak ada dokter gigi, ini juga jadi perhatian kita,” ungkapnya.

Ke depannya, dia berharap Pemkab menyekolahkan putra daerah di kedokteran agar mau mengabdi di kampungnya sendiri. Program ini baru dijalankan Pemkab Kukar. “Semoga program ini berjalan lancar dan sukses,” harapnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x