23.4 C
Samarinda
Tuesday, July 23, 2024

DPRD Berau Gelar Paripurna Raperda Perubahan APBD 2023

HEADLINEKALTIM.CO,TANJUNG REDEB -DPRD Berau gelar rapat paripurna terkait penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2023  pada Kamis, 31 Agustus 2023.

Bupati Sri Juniarsih menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan segenap anggota dewan yang secara konsisten untuk mempercepat pembahasan dan telah memberikan persetujuan melalui penandatanganan kesepakatan bersama Dokumen Perubahan Kebijakan Umum APBD maupun Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Tahun Anggaran 2023 yang telah dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2023 lalu.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk selalu berupaya meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan Perubahan APBD 2023 yang akan datang,” jelasnya di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Berau.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa Pemerintah Daerah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dapat melakukan Perubahan APBD apabila terjadi Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA; Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, antar unit organisasi, antar program, antar kegiatan dan antar jenis belanja; Keadaan yang menyebabkan SILPA tahun anggaran sebelumnya harus digunakan dalam tahun anggaran berjalan; Keadaan Darurat; dan/atau Keadaan Luar Biasa.

Dikatakannya, selama tahun 2023 telah terjadi pergeseran anggaran sebanyak 3 kali yang ditetapkan dengan Perubahan Peraturan Bupati Berau tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2023, dan juga telah disampaikan kepada DPRD Kabupaten Berau.

“Pergeseran tersebut dilaksanakan karena adanya Pergeseran Belanja Tidak Terduga dalam rangka keperluan belanja mendesak akibat bencana alam serta adanya kekurangan anggaran belanja gaji dan tunjangan PNS dan DRPD serta Tambahan Penghasilan PNS,” jelasnya.

Lanjut dia, Pengalokasian Belanja pada Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan yang bersumber dari sisa dana bagi hasil dana reboisasi (DBH-DR) yang masih ada di Kas Daerah serta dana yang bersumber dari Program PCPF.

Disampaikannya, Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Berau Tahun 2023 adalah sebesar Rp5,174 Triliun Rupiah lebih.

“Dengan komposisi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 tersebut diharapkan akan lebih dinamis dan mendorong kita semua untuk melaksanakan pembangunan secara optimal,” ungkapnya.

Kata dia, dengan tetap memanfaatkan seluruh potensi sumber daya yang tersedia secara sinergi dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat dan melanjutkan pembangunan secara berkesinambungan sesuai dengan sasaran-sasaran program yang telah menjadi komitmen bersama.

“Semoga pembahasan nantinya dapat diselesaikan tepat pada waktunya, sehingga setiap program dan kegiatan yang telah dialokasikan pada Perubahan APBD tahun anggaran 2023 dapat berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya.

Ketua DPRD Berau Madri Pani menyampaikan, terkhusus Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah diberikan tanggung jawab sesuai dengan permohonan anggaran yang diminta agar bisa direalisasikan.

“Jangan sampai menjadi SILPA, akhirnya ini menjadi salah satu penilaian dalam Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkapnya.

Kata dia, kalau SILPA-nya tinggi berarti penyerapannya kurang maksimal dan itu perlu dikaji karena hampir setiap tahun ada SILPA.

“Saya kira SILPA itu tidak akan terjadi, jika OPD melakukan perencanaan, aturan disiapkan, percepatan lelang karena itu salah satu penyebabnya juga,” ucapnya.

Pemerintah daerah harus ada master plan yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga dalam penganggaran tidak ada lagi hambatan-hambatan.

“Jadi perencanaan itu harus benar-benar disiapkan agar apa yang ingin kita capai itu betul-betul tercapai. Harapan kami kedepannya pemerataan pembangunan setiap kampung di Kabupaten Berau,” pungkasnya (Riska).

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER