src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Personel Basarnas tiba di lokasi untuk mencari korban tenggelam. (ist/basarnas)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Minggu 6 Februari 2022 sore menjadi hari yang penuh duka bagi keluarga dan kawan-kawan Dwi (20) warga Perumahan PKL, Blok D RT 20, Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.
Pasalnya, pemuda itu dikabarkan tenggelam di Sungai Mahakam saat berusaha mengambil sandal jepit yang digunakannya.
Sebelumnya, dia bermain lempar sandal ke sungai bersama teman-temannya. Canda tawa di antara mereka berujung kengerian yang sukar lekang dari ingatan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 Wita, Minggu 6 Februari 2022.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh Unit Siaga SAR Samarinda, sebelum kejadian, korban bersama teman-teman bermain lempar sandal di sekitar Sungai Mahakam di wilayah Sungai Kapih, Sambutan.
Saat itu, rupanya sandal korban yang dilempar masuk ke sungai. Korban berinisiatif untuk mengambil sandal yang mulai hanyut terbawa arus hingga mengarah ke sekitar kapal-kapal yang sedang bertambat. Sedangkan teman-teman korban, hanya memperhatikan dari jauh.
Pemuda ini sempat berenang untuk mengambil sandal tersebut. Namun, diduga korban kelelahan karena arus sungai deras. Dia sempat terlihat berupaya untuk menggapai kapal yang sedang tambat. Malangnnya, badan kapal licin sehingga tubuh Dwi terperosok kembali ke dalam air. Setelah itu dia tak lagi muncul ke permukaan.
Teman-teman korban yang melihat kejadian itu seketika panik dan berupaya meminta bantuan.
“Laporan kami terima pukul 20.30 WITA dan saat ini tim sudah berada berada di lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta.
Dalam operasi pencarian tersebut, juga melibatkan Polairud Samarinda, BPBD Samarinda, Polres Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, relawan dan keluarga korban.
Penulis: Ningsih