src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Benarkah Batu Ginjal Bisa Keluar Sendiri Lewat Urine? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Batu Ginjal Bisa Keluar Sendiri Lewat Urine? Ini Penjelasan Dokter

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Okt 2025 14:01 720 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Kondisi batu ginjal bisa dialami siapa saja, namun paling sering menyerang pria berusia 30 hingga 40 tahun. Meski tidak selalu menimbulkan rasa sakit, batu ginjal dapat menjadi masalah serius bila ukurannya cukup besar dan menyumbat saluran kemih. Menurut ahli, batu ginjal berukuran kecil memiliki kemungkinan keluar sendiri melalui urine, terutama jika disertai asupan cairan yang cukup.

Dilansir dari CNN Indonesia, batu ginjal merupakan massa padat atau kristal yang terbentuk dari berbagai zat seperti mineral, asam, dan garam yang terdapat di dalam ginjal. Batu ini bisa berukuran sangat kecil seperti butiran pasir, hingga sebesar bola golf. Proses terbentuknya bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tergantung pada kondisi tubuh dan kadar cairan yang dikonsumsi.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa batu ginjal terbentuk ketika urine mengandung terlalu banyak zat-zat mineral tersebut dan terlalu sedikit cairan, sehingga partikel itu mengkristal dan membentuk batu. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun bisa menimbulkan nyeri hebat saat batu mulai bergerak ke saluran kemih.

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah, apakah batu ginjal bisa keluar sendiri melalui urine? Jawabannya: bisa, tergantung ukuran dan lokasi batu.

Menurut Ryan L. Steinberg, ahli urologi dari University of Iowa Health Care, batu ginjal berukuran kecil sekitar 3–5 milimeter memiliki peluang besar untuk keluar secara alami bersama urine.

“Batu ginjal kecil dapat terdorong keluar dari tubuh dengan meningkatkan konsumsi cairan sehingga produksi urine meningkat,” jelas Steinberg, dikutip dari American Medical Association.

Proses keluarnya batu ginjal dapat dibantu dengan obat-obatan pereda nyeri dan pelancar urine yang diresepkan dokter. Namun, Steinberg menekankan bahwa proses ini tidak selalu mudah dan dapat memakan waktu hingga enam minggu.

“Jika tidak keluar dalam enam minggu, kemungkinan besar batu ginjal tidak akan keluar sendiri, jadi perlu dilakukan tindakan medis untuk mengeluarkannya,” ujarnya.

Tindakan Medis untuk Mengeluarkan Batu Ginjal:

Steinberg menjelaskan setidaknya ada tiga metode medis yang dapat dilakukan jika batu ginjal tidak bisa keluar secara alami, yaitu:

  • Shockwave Lithotripsy
    Menggunakan gelombang suara berintensitas tinggi untuk memecah batu ginjal menjadi partikel kecil agar mudah keluar melalui urine.
  • Ureteroskopi
    Prosedur ini menggunakan teleskop kecil yang dimasukkan melalui uretra menuju ureter atau ginjal untuk melihat dan mengangkat batu.
  • Percutaneous Nephrolithotomy
    Metode ini bersifat lebih invasif, melibatkan sayatan kecil di punggung untuk mengambil atau menghancurkan batu ginjal secara langsung.

Cara Membantu Batu Ginjal Keluar Saat Buang Air Kecil:

Batu ginjal kecil berpotensi keluar secara alami jika disertai pola hidup sehat dan hidrasi cukup. Berikut beberapa cara yang dapat membantu:

  1. Perbanyak Minum Air Putih
    Asupan cairan tinggi membantu meningkatkan produksi urine sehingga batu ginjal lebih mudah terdorong keluar. Disarankan minum hingga menghasilkan sekitar 2 liter urine per hari.
    Warna urine kuning pucat menandakan tubuh terhidrasi dengan baik.
  2. Konsumsi Air Lemon Segar
    Kandungan sitrat dalam lemon dapat mencegah terbentuknya batu kalsium dan membantu memecah batu kecil agar lebih mudah keluar.
  3. Gunakan Cuka Apel
    Cuka apel mengandung asam asetat yang diyakini membantu melarutkan batu ginjal kecil. Campurkan dua sendok makan ke dalam segelas air untuk diminum secara rutin.
  4. Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan
    Aktivitas seperti berjalan kaki atau yoga dapat membantu batu bergerak lebih cepat melalui saluran kemih. Hindari olahraga berat yang bisa menambah nyeri.
  5. Jaga Pola Makan Sehat
    Batasi konsumsi garam, makanan olahan, dan protein hewani berlebihan. Pilih makanan segar, tinggi serat, serta konsumsi produk susu dalam jumlah wajar untuk menjaga keseimbangan kalsium.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x