src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Jika ukurannya masih sangat kecil batu ginjal bisa keluar melalui urine, asal makan dan minum teratur. (istockphoto/aquaArts studio) HEADLINEKALTIM.CO – Kondisi batu ginjal bisa dialami siapa saja, namun paling sering menyerang pria berusia 30 hingga 40 tahun. Meski tidak selalu menimbulkan rasa sakit, batu ginjal dapat menjadi masalah serius bila ukurannya cukup besar dan menyumbat saluran kemih. Menurut ahli, batu ginjal berukuran kecil memiliki kemungkinan keluar sendiri melalui urine, terutama jika disertai asupan cairan yang cukup.
Dilansir dari CNN Indonesia, batu ginjal merupakan massa padat atau kristal yang terbentuk dari berbagai zat seperti mineral, asam, dan garam yang terdapat di dalam ginjal. Batu ini bisa berukuran sangat kecil seperti butiran pasir, hingga sebesar bola golf. Proses terbentuknya bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tergantung pada kondisi tubuh dan kadar cairan yang dikonsumsi.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa batu ginjal terbentuk ketika urine mengandung terlalu banyak zat-zat mineral tersebut dan terlalu sedikit cairan, sehingga partikel itu mengkristal dan membentuk batu. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun bisa menimbulkan nyeri hebat saat batu mulai bergerak ke saluran kemih.
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah, apakah batu ginjal bisa keluar sendiri melalui urine? Jawabannya: bisa, tergantung ukuran dan lokasi batu.
Menurut Ryan L. Steinberg, ahli urologi dari University of Iowa Health Care, batu ginjal berukuran kecil sekitar 3–5 milimeter memiliki peluang besar untuk keluar secara alami bersama urine.
“Batu ginjal kecil dapat terdorong keluar dari tubuh dengan meningkatkan konsumsi cairan sehingga produksi urine meningkat,” jelas Steinberg, dikutip dari American Medical Association.
Proses keluarnya batu ginjal dapat dibantu dengan obat-obatan pereda nyeri dan pelancar urine yang diresepkan dokter. Namun, Steinberg menekankan bahwa proses ini tidak selalu mudah dan dapat memakan waktu hingga enam minggu.
“Jika tidak keluar dalam enam minggu, kemungkinan besar batu ginjal tidak akan keluar sendiri, jadi perlu dilakukan tindakan medis untuk mengeluarkannya,” ujarnya.
Steinberg menjelaskan setidaknya ada tiga metode medis yang dapat dilakukan jika batu ginjal tidak bisa keluar secara alami, yaitu:
Batu ginjal kecil berpotensi keluar secara alami jika disertai pola hidup sehat dan hidrasi cukup. Berikut beberapa cara yang dapat membantu:
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya