src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi, seorang perempuan yang tidak nafsu makan.(Foto:Pexels)HEADLINEKALTIM.CO – Sarapan pagi sering kali dianggap sepele, padahal bahaya melewatkan sarapan pagi bisa berdampak serius pada kesehatan fisik maupun mental. Banyak orang yang melewatkannya karena terburu-buru, tidak terbiasa makan pagi, atau mengikuti pola diet tertentu. Padahal, sarapan adalah sumber energi penting untuk menjaga konsentrasi, metabolisme, hingga suasana hati tetap stabil.
Dilansir dari RRI Kaltim, ahli gizi sekaligus dietisien Christy Harrison menegaskan bahwa melewatkan sarapan tidak membawa manfaat berarti bagi tubuh.
“Menurut saya, tidak ada manfaat potensial dari berpuasa atau melewatkan makan, justru ada bahaya yang sangat nyata,” ucap Christy.
Berikut beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi bila rutin mengabaikan sarapan pagi:
Kadar gula darah bisa turun drastis bila tubuh tidak mendapat asupan energi sejak pagi. Kondisi ini memengaruhi hormon pengatur suasana hati sehingga seseorang lebih mudah cemas, stres, hingga cepat marah.
Sarapan adalah “bahan bakar” utama untuk memulai hari. Tanpanya, tubuh akan terasa lemas, cepat lelah, sulit fokus, bahkan bisa memicu sakit kepala.
Pagi hari merupakan waktu tubuh memulai kembali metabolisme. Jika sarapan dilewatkan, sistem pencernaan kehilangan sinyal untuk bekerja, sehingga bisa menimbulkan perut kembung, sembelit, atau diare.
Melewatkan sarapan sering membuat rasa lapar meningkat di siang hari. Akibatnya, seseorang cenderung makan berlebihan, terutama makanan tinggi kalori, gula, dan garam. Kebiasaan ini dapat memicu obesitas hingga sindrom metabolik.
Sarapan memberi kesempatan pertama untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, protein, serta serat. Jika diabaikan, tubuh berisiko kekurangan nutrisi dan lebih tergoda mengonsumsi makanan cepat saji yang rendah gizi.
Dengan banyaknya manfaat, tidak ada alasan untuk melewatkan sarapan. Para ahli menyarankan menu sehat yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Pilihan sederhana seperti roti gandum dengan telur, oatmeal dengan buah, atau nasi dengan lauk sayur dan protein bisa menjadi opsi terbaik.
Sarapan bukan sekadar rutinitas, tetapi kebutuhan penting yang menentukan produktivitas dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jangan abaikan waktu makan pagi, karena dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup dalam jangka panjang.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya