src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 360 Jamaah Haji Balikpapan Dipantau Kesehatannya 21 Hari Usai Pulang dari Tanah Suci

360 Jamaah Haji Balikpapan Dipantau Kesehatannya 21 Hari Usai Pulang dari Tanah Suci

2 minutes reading
Wednesday, 18 Jun 2025 10:54 247 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sebanyak 360 jamaah haji asal Kota Balikpapan yang tergabung dalam kloter pertama telah tiba dengan selamat di tanah air. Namun perjalanan mereka belum sepenuhnya usai, karena masa pemantauan kesehatan selama 21 hari kini tengah diberlakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular seperti COVID-19 dan MERS-CoV.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan, Dr. Bangun Cahyo Utomo, menyatakan bahwa pemantauan dilakukan secara sistematis melalui kombinasi pencatatan digital dan pemantauan langsung oleh petugas kesehatan.

“Kami tetap melakukan pemantauan kesehatan selama 21 hari pasca kepulangan, baik melalui pemantauan langsung maupun pencatatan digital,” ujarnya saat ditemui di Balikpapan, Selasa (17/6).

Sistem digital yang digunakan mencakup Buku Kesehatan Jemaah Haji elektronik (e-BKJH) dan Kartu Kesehatan Jemaah Haji elektronik (e-KKJH). Kedua sistem ini terintegrasi dengan Sistem Informasi Kesehatan Haji (Siskohatkes) milik Kementerian Kesehatan, dan menjadi dasar rujukan bagi petugas puskesmas di wilayah domisili jamaah.

Seluruh jamaah tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan pada Senin malam, 16 Juni 2025 pukul 23.05 WITA, menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo dengan nomor penerbangan GIA 44101.

Setibanya di tanah air, para jamaah diarahkan menuju Asrama Haji Batakan untuk menjalani skrining awal. Pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner menjadi tahapan pertama. Jika terdeteksi suhu tinggi atau gejala seperti batuk dan pilek, akan langsung dilakukan tes swab menggunakan Viral Transport Medium (VTM).

“Jika ada gejala mencurigakan, akan langsung kami laporkan ke Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR),” terang Bangun.

Meski sejauh ini belum ditemukan kasus positif COVID-19 di antara jamaah, pihak Balai Kekarantinaan tetap menerapkan protokol ketat. Sebanyak sembilan jamaah menjadi perhatian khusus karena kondisi kelelahan dan usia lanjut.

“Beberapa sempat dirawat ringan selama di Arab Saudi, tapi saat ini semuanya dalam kondisi stabil,” tambah Bangun.

Sebagai langkah awal sebelum kepulangan, seluruh jamaah haji juga telah mengisi formulir Satu Sehat Gaul Patuh (SSHP), yang menjadi landasan awal dalam pemantauan kesehatan. SSHP membantu klasifikasi awal berdasarkan kategori warna hijau (sehat), kuning (gejala ringan), dan merah (gejala berat).

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x