src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Wajib tahu tanda-tanda Anda alergi gluten. (iStockphoto/apomares)
HEADLINEKALTIM.CO – Banyak orang tidak menyadari bahwa gejala seperti perut kembung, sakit kepala, hingga mudah lelah bisa menjadi tanda alergi gluten. Padahal, reaksi tubuh terhadap gluten—protein yang terdapat pada gandum, barley, dan rye—dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, mulai dari pencernaan hingga suasana hati.
Dilansir dari CNN Indonesia , alergi atau sensitivitas terhadap gluten termasuk dalam kelompok gluten-related disorders (GRDs), yang mencakup penyakit celiac, sensitivitas gluten non-celiac (NCGS), dan alergi gandum. Kondisi ini semakin sering dijumpai dan bisa menimbulkan berbagai gejala, tidak hanya yang berkaitan dengan sistem pencernaan.
Berikut delapan tanda alergi gluten yang perlu Anda waspadai:
Rasa penuh, bergas, atau sesak setelah makan bisa menjadi tanda awal tubuh tidak cocok dengan gluten. Studi menunjukkan bahwa penderita sensitivitas gluten lebih sering mengalami perut kembung dan ketidaknyamanan di area perut setelah mengonsumsi makanan berbahan gandum.
Masalah buang air besar yang terjadi terus-menerus, baik diare maupun sembelit, dapat menjadi sinyal tubuh bereaksi terhadap gluten yang terkandung dalam roti, pasta, atau sereal.
Rasa sakit di area perut merupakan gejala paling umum dari intoleransi gluten. Biasanya, nyeri muncul tidak lama setelah makan dan disertai rasa begah atau kram ringan.
Penderita sensitivitas gluten diketahui lebih rentan mengalami sakit kepala dan migrain. Jika Anda sering merasakan nyeri kepala tanpa penyebab jelas, bisa jadi gluten adalah salah satu pemicunya.
Rasa lelah berlebihan, terutama setelah makan, merupakan tanda umum dari alergi gluten. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan dan gangguan penyerapan nutrisi akibat respons tubuh terhadap gluten.
Selain memengaruhi fisik, gluten juga berdampak pada suasana hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita intoleransi gluten cenderung lebih mudah mengalami depresi dan kecemasan, namun membaik setelah menjalani diet bebas gluten.
Reaksi imun terhadap gluten dapat menyebabkan peradangan yang menimbulkan rasa nyeri pada otot dan sendi. Dalam kasus tertentu, penderita juga mengalami kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.
Kondisi ini menggambarkan kesulitan berpikir jernih, mudah lupa, dan cepat lelah secara mental. Penelitian menunjukkan hampir separuh penderita sensitivitas gluten non-celiac mengalami brain fog, meskipun penyebab pastinya masih diteliti lebih lanjut.
Mengenali tanda-tanda alergi gluten sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan. Jika Anda sering mengalami gejala di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapat diagnosis yang tepat dan saran medis sesuai kebutuhan tubuh.
Menjalani diet bebas gluten tanpa pemeriksaan medis tidak dianjurkan. Namun, memahami gejala dan respons tubuh terhadap gluten dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan secara menyeluruh.