src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Silaturahmi ke Sultan Kutai, Bupati Bone Sebut Kaltim Layak Jadi IKN

Silaturahmi ke Sultan Kutai, Bupati Bone Sebut Kaltim Layak Jadi IKN

2 minutes reading
Saturday, 12 Feb 2022 01:14 352 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG–Bupati Bone, Sulsel, Andi Fahsar M Pajalangi bersilaturahmi ke Sultan Kutai Kartanegara Ing Martapura pada Jumat 11 Februari 2022, di Kedaton Kesultanan.

Di depan Sultan, Andi Fahsar menyebut Kaltim sebagai provinsi hebat. “24 Provinsi di Indonesia berebut ingin jadi IKN, malah Presiden Jokowi memilih Kaltim sebagai IKN, tepatnya di Kukar dan Penajam Paser Utara (PPU),” sebut Andi.

Andi menyebut sudah sangat tepat Presiden menunjuk Kaltim sebagai IKN karena Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Belum lagi kebudayaan dan adat istiadat Kukar selalu terjaga.

“Kukar juga sebagai daerah yang sangat terbuka dengan suku lain. Apalagi kerajaan Kukar sudah punya hubungan sejarah kekeluargaan dengan kerajaan Bone, ” sebutnya.

Jika IKN sudah terbangun secara utuh, Pemkab Bone menawarkan kerja sama yang baik dalam urusan ketahananan pangan, mengingat Bone sangat unggul di bidang pangan. “Kami siap sebagai pemasok pangan bagi IKN, ” paparnya.

Sultan Aji Muhammad Arifin mengaku senang dengan kedatangan tamunya dari Sulawesi Selatan tersebut. “Suku Bone, Wajo dan Gowa satu rumpun dengan Kutai. Ini sejarah yang tidak bisa dilupakan, ” jelasnya.

Dia mengaku punya keinginan yang saat ini belum terwujud yaitu ingin bersandang ke tanah Bone. “Alhamdulilah, kami di Kukar sudah dikunjungi lebih dulu, nanti kami bakal ke Bone, ” ucapnya.

Wabup Kukar Rendi Solihin yang juga keturunan Bone menyebut sudah sangat tepat. Presiden memilih Kaltim sebagai IKN karena keberagaman suku di Kaltim hidup berdampingan dengan damai. “Untuk suku Bugis nomor 2 terbesar di Kaltim setelah Jawa, begitu juga di Kukar, ” jelasnya.

Rendi menyambut baik tawaran Pemkab Bone terkait kerja sama ketahanan pangan karena Kukar sedang berkonsentrasi peralihan dari SDA yang tidak dapat diperbaharui dengan SDA yang dapat diperbaharui. “Kita kan punya program pengembangan pertanian dalam arti luas, ini bisa kita kerjasama dengan Kabupaten Bone,” sebutnya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

 

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x