Beranda Berita Samarinda Sering Pusing, Keluhan Pemilik Distro yang Ditemukan Meninggal ke Empunya Kontrakan

Sering Pusing, Keluhan Pemilik Distro yang Ditemukan Meninggal ke Empunya Kontrakan

Sering Pusing, Keluhan Pemilik Distro yang Ditemukan Meninggal ke Empunya Kontrakan - obat pelangsing
Tim Inafis memasang garis polisi di kontrakan korban. (foto: istimewa)

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Warga Jalan Wolter Monginsidi Gang 3, Kelurahan Dadimulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, dihebohkan dengan penemuan jasad Afif Muslim (36) di kamar kosnya, Sabtu 22 Agustus 2020 sekira pukul 09.30 WITA.

Dari penuturan pemilik kos, Sudarsono (59), Afif menempati kos nomor 3, seorang diri, sejak 3 tahun silam.

“Tinggal di sini sudah lama, 3 tahunan, keluarganya semua di Sulawesi. Dia ini seperti bencong” ucap Sudarsono, saat ditemui Headlinekaltim.co di tempat kejadian.

Beberapa hari sebelum ditemukan tak bernyawa, kata Sudarsono, korban sempat mengeluh pusing kepadanya.

Advertisement

Sudarsono diberitahu rekan korban soal kebiasaan penghuni kosnya tersebut mengkonsumsi obat pelangsing.

“Waktu itu ngeluh pusing. Kata temannya tadi, itu konsumsi pelangsing. Obat pelangsing kalau overdosis kan bisa pecah ginjalnya. Kasian,” tuturnya.

Lanjut dia, pada Jumat 21 Agustus 2020 malam, korban masih bermain Ponsel di kamarnya.

“Kami ini kan tinggal bersebelahan, dindingnya kayu saja. Jadi semalam itu masih dengar dia masih main HP,” akunya.

Diceritakan Sudarsono, awalnya anak buah korban yang bernama Nur (28), warga Jalan AM Sangaji menghubungi korban. Namun, karena tidak bisa tersambung, Nur datang ke kos korban. Tak ada jawaban saat dipanggil berkali-kali.

“Temannya panggil saya dan minta untuk membangunkan korban ini. Tapi saya lihat kok diam saja, saya juga tidak berani pegang karena situasi begini. Saya panggil RT,” lanjutnya.

Baca Juga  Sembilan ASN di Kantor Gubernur Positif COVID-19

Ketika berada di kamar kos korban, Sudarsono melihat banyak terdapat obat-obatan pelangsing. Posisi korban saat itu baring di tempat tidur, tidak mengenakan baju.

“Kebiasaan dia itu kan nggak pakai baju memang, pakai handuk aja kalau di rumah. Saat ditemukan meninggal juga nggak pakai baju, telanjang dia di tempat tidur sambil gigit ibu jari, mungkin menahan sakit,” katanya lagi.

Ketua RT 24 Kelurahan Dadimulya, Ngadiman Abas (58) membenarkan di kamar korban banyak terdapat obat-obatan pelangsing tubuh.

“Obat-obatan… banyak, ada obat pelangsing lah. Dia kan Jasabadannya besar,” ucapnya.

Ditanyakan keseharian korban di lingkungan tempat tinggalnya, Ngadiman mengkui, kurang bergaul dengan warga sekitar. Aktivitasnya lebih banyak di luar rumah.

“Dia kan punya toko, jualan baju di Pasar Pagi. Jadi jarang bergaul sama warga, sibuk,” tandasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar