src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Penggunaan Speargun Jadi Perhatian demi Kelestarian Biota Laut Pulau Maratua

Penggunaan Speargun Jadi Perhatian demi Kelestarian Biota Laut Pulau Maratua

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Okt 2026 21:12 38 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kelestarian biota laut menjadi salah satu modal utama Pulau Maratua dalam mempertahankan daya tarik wisata baharinya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Berau mulai memperkuat langkah pencegahan terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem laut, termasuk penggunaan speargun atau panah ikan di kawasan perairan tersebut.

Upaya ini tidak hanya menyasar aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa keindahan bawah laut Maratua perlu dijaga agar tetap menjadi kekayaan alam yang dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, mengatakan pihaknya mengedepankan pendekatan edukasi dan pencegahan dengan melibatkan berbagai pihak yang beraktivitas di kawasan Maratua. Sosialisasi dilakukan kepada pelaku usaha pariwisata, nelayan, hingga wisatawan.

“Diskan Berau juga menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta pihak yang bergerak di sektor pariwisata untuk memperkuat upaya perlindungan ekosistem laut,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar kesadaran menjaga lingkungan laut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tumbuh sebagai komitmen bersama masyarakat dan wisatawan.

Penggunaan speargun yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan tekanan terhadap biota laut. Jika tidak diantisipasi, aktivitas tersebut dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang menjadi bagian penting dari kekayaan bahari Maratua.

Keberlanjutan wisata bahari sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut yang terjaga. Keindahan terumbu karang dan keberadaan beragam biota laut menjadi daya tarik yang mendukung aktivitas wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Karena itu, edukasi mengenai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan diharapkan dapat mendorong pelaku wisata, nelayan, dan pengunjung untuk lebih bertanggung jawab saat beraktivitas di perairan Maratua,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x