24.9 C
Samarinda
Monday, October 18, 2021

Lurah Sungai Kapih Ditangkap Karena Pungli, Wakil Ketua Komisi I Suparno: Merusak Citra Pejabat Publik

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum Lurah di Sungai Kapih yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Senin (4/10/2021) kemarin, menjadi sorotan banyak pihak.

Diketahui, dalam operasi tersebut Satreskrim Polresta Samarinda menangkap lurah berinisial EA dan Ketua tim Penyuluhan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) berinisial RL, berhasil menyita uang Rp. 678.350.000,-.

Menanggapi permasalan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD kota Samarinda Suparno sangat menyayangkan tindakan pungli oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

Pasalnya, program PTSL yang digalangkan Presiden RI Joko Widodo pada 2018 agar membantu masyarakat mendapatkan hak sertifikasi tanah justru dimanfaatkan mencari keuntungan pribadi.

“Sebenarnya dalam aturan PTSL itu ada pembayaran, tapi maksimalnya cuma Rp 250 ribu. Jadi kalau ada patokan lebih dari ketentuan jelas itu pungli. Dan apapun bentuknya, yang namanya pungli itu jelas menyalahi aturan yang ada,” ungkap Suparno saat dihubungi melalui sambungan seluler. Rabu 13 Oktober 2021.

Lanjutnya, pria yang kerap disapa Parno meminta agar pihak Pemkot Samarinda bisa lebih keras untuk memberikan informasi aturan PTSL agar kasus serupa tidak kembali terulang di wilayah lain kota Samarinda.

“Penyampaian informasi itu harus lebih ditingkatkan supaya masyarakat mengetahuinya secara jelas. Kalau untuk pemeriksaan internal ya kita semua percayakan ke BPK karena tupoksinya,” jelasnya.

Kendati itu, politisi dari Fraksi PAN tersebut akan mengajak seluruh Anggota Komisi 1 untuk turun ke Daerah Pemilihan (dapil) masing-masing untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar aksi pungli tidak terjadi lagi.

“Ke depan nantinya kita juga akan komunikasi ke Ketua dulu. Untuk koordinasi ke depan dengan Pemkot seperti apa menindaklanjutinya. Karena bagaimana pun kasus pungli ini merusak citra pejabat publik di masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

Penulis: Riski

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU