src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi jalan Berlobang di Palaran Samarinda ( Foto : Dok RRI ) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kondisi jalan rusak di kawasan Samarinda Seberang dan Palaran semakin mengkhawatirkan. Jalan berlubang dan tidak terawat di wilayah tersebut menjadi penyebab utama meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor. Pengguna jalan mengeluhkan minimnya perbaikan dan perhatian dari pemerintah, sementara risiko kecelakaan terus mengintai setiap hari.
Narto, seorang warga Samarinda, mengaku sering menyaksikan kecelakaan yang terjadi di sekitar daerah tersebut. Ia menilai kondisi jalan yang penuh lubang menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara.
“Hampir setiap hari ada kecelakaan di sini. Pengendara sepeda motor yang paling sering menjadi korban karena jalan berlubang dan licin, terutama saat hujan,” ungkapnya.
Menurut Narto, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada perbaikan berarti dari pemerintah. Ia berharap pihak terkait segera turun tangan sebelum semakin banyak korban berjatuhan.
Bukan hanya pengendara roda dua yang merasa kesulitan, pengguna mobil juga mengeluhkan kondisi jalan yang semakin membahayakan. Lubang yang semakin dalam dan lebar membuat kendaraan sulit dikendalikan, terutama saat hujan mengguyur.
“Jalanan ini sudah rusak parah. Setiap kali hujan turun, lubangnya tertutup air dan makin berbahaya. Kami selalu waspada setiap melewati jalan ini, takut kendaraan tergelincir,” keluh seorang pengemudi mobil yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini diperparah oleh minimnya penerangan jalan dan rambu peringatan di beberapa titik rawan kecelakaan. Warga berharap ada solusi konkret yang bisa segera diterapkan untuk mengatasi masalah ini.
Jalan di Samarinda Seberang dan Palaran merupakan jalur utama yang digunakan masyarakat untuk bekerja, sekolah, dan beraktivitas sehari-hari. Namun, buruknya infrastruktur membuat perjalanan warga terganggu, bahkan mengancam keselamatan mereka.
Warga menuntut pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Selain perbaikan, mereka juga berharap adanya pemeliharaan rutin agar kondisi jalan tetap layak digunakan.
“Jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Jangan tunggu ada korban lebih banyak baru diperbaiki,” tegas Narto.
Tingginya angka kecelakaan yang terjadi akibat jalan rusak harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah. Perbaikan infrastruktur jalan yang cepat dan efisien tidak hanya akan mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim