src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Hoaks! Prabowo dan Purbaya sepakat BBM jadi Rp7.000 perliter

Hoaks! Prabowo dan Purbaya sepakat BBM jadi Rp7.000 perliter

2 minutes reading
Monday, 26 Jan 2026 13:09 26 Anjhu Anggia

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA –Sebuah unggahan di media sosial Facebook ramai memperbincangkan klaim bahwa harga BBM Rp7.000 per liter akan segera diberlakukan. Unggahan tersebut menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah sepakat menurunkan harga BBM dari Rp11.000 menjadi harga BBM Rp7.000 per liter agar tidak membebani masyarakat.

Dilansir dari AntaraNews, narasi yang beredar menyebut penurunan harga BBM Rp7.000 dilakukan karena menurut Purbaya Yudhi Sadewa, angka tersebut dinilai sudah memberikan keuntungan yang sangat besar. Klaim itu juga menyatakan kebijakan harga BBM Rp7.000 telah disetujui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari unggahan Facebook yang viral.

Unggahan tersebut ditulis dengan huruf kapital dan nada persuasif, seolah menegaskan bahwa keputusan harga BBM Rp7.000 tinggal menunggu waktu untuk diterapkan. Tak sedikit warganet yang kemudian mempercayai informasi tersebut dan menyebarkannya kembali ke berbagai platform media sosial.

Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim mengenai harga BBM Rp7.000 tersebut tidak didukung fakta yang valid. Tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah, Istana Kepresidenan, maupun Kementerian Keuangan yang membenarkan adanya kesepakatan penurunan harga BBM Rp7.000 per liter.

Selain itu, tidak ada keterangan resmi dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut bahwa harga BBM Rp7.000 sudah memberikan keuntungan sangat besar bagi negara atau badan usaha penyedia BBM. Klaim tersebut sepenuhnya berasal dari narasi unggahan media sosial tanpa sumber yang jelas.

Faktanya, hingga saat ini penetapan harga BBM masih mengacu pada kebijakan badan usaha penyedia bahan bakar, termasuk Pertamina. Per 1 Januari 2026, Pertamina menyesuaikan harga sejumlah BBM non-subsidi. Di DKI Jakarta, misalnya, harga Pertamax turun menjadi Rp12.350 per liter dari sebelumnya Rp12.750 per liter pada Desember 2025, jauh dari klaim harga BBM Rp7.000.

Sementara itu, untuk BBM bersubsidi, tidak ada perubahan harga. Solar Subsidi tetap dijual Rp6.800 per liter dan Pertalite bertahan di angka Rp10.000 per liter. Ketetapan ini menunjukkan bahwa informasi harga BBM Rp7.000 tidak memiliki dasar kebijakan yang sah.

Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sepakat menurunkan harga BBM Rp7.000 per liter dapat dipastikan sebagai informasi tidak benar atau hoaks. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi terkait harga BBM Rp7.000 maupun kebijakan publik lainnya melalui sumber resmi pemerintah agar tidak mudah terpengaruh kabar menyesatkan.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x