src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ekowisata Sigending, Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kaltim. (Foto: Ist)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pariwisata. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan potensi dan produk wisata lokal khususnya di Kabupaten Berau.
Saat ini, Kabupaten Berau telah memiliki 18 desa wisata dan 225 destinasi wisata. Terdiri dari 159 wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menekankan pentingnya menjaga pariwisata berkelanjutan sebagai salah satu sektor unggulan di Bumi Batiwakkal, Kalimantan Timur. Setiap 13 kecamatan di Kabupaten Berau memiliki potensi pariwisata yang luar biasa dengan kondisi geografis yang berbeda-beda.
“Melalui potensi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau, salah satunya dari sektor pariwisata yang harus terus berinovatif,” jelasnya.
Menurutnya, peran Pokdarwis dan partisipasi aktif dari masyarakat dinilai krusial dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan jumlah wisata. Jadi bukannya hanya dari Pemerintah saja, tetapi perlu adanya sinergitas yang kuat dari berbagai pihak untuk mendukung pariwisata Berau.
“Saya minta eksekutif, legislatif, Dinas terkait, Pokdarwis, serta masyarakat berkolaborasi memajukan pariwisata di Kabupaten Berau,” tegasnya.
Ia mengakui, potensi pariwisata yang luar biasa ini dapat mendorong perkembangan perekonomian, meningkatkan PAD, serta minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Berau.
“Contohnya festival Bekudung Betiung, itu konsisten digelar pada bulan yang sama. Saya ingin adanya konsistensi terhadap perayaan setiap event,” ungkapnya.
Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, promosi pada sektor pariwisata secara luas juga akan memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat. Selain itu, perlu melakukan pengembangan dengan membuat paket-paket wisata yang menarik. Perjalanan wisata yang sudah dirancang dan dikemas dengan lengkap.
“Sehingga, hal ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis pariwisata dan kearifan lokal,” tutupnya. (Adv/Riska)