src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation rute Tanah Merah-Danawage/Koroway Batu ditembaki. ( Tangakapan layar facebook Smart Aviation) HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Insiden pesawat Smart Air ditembak di Papua mengguncang dunia penerbangan nasional setelah pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu menjadi sasaran tembakan di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2). Peristiwa pesawat Smart Air ditembak di Papua ini menyebabkan dua awak pesawat meninggal dunia, sementara seluruh penumpang berhasil selamat. Aparat kepolisian langsung bergerak cepat menyelidiki kasus pesawat Smart Air ditembak di Papua tersebut.
Dilansir dari CNNIndonesia, laporan awal mengenai pesawat Smart Air ditembak di Papua telah diterima Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam). Kabiro Humas dan Data Kemenko Polkam Kolonel Inf Honi Havana membenarkan adanya insiden tersebut.
“Kemenkopolkam sudah mendapatkan info awal, sedang dilaksanakan pengecekan lebih lanjut, menunggu info yang lebih detail dari Satuan Kewilayahan setempat,” kata Honi saat dikonfirmasi.
Menindaklanjuti kejadian pesawat Smart Air ditembak di Papua, Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz turun langsung ke lokasi. Wakapolda Papua yang juga Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, memimpin tim menuju Bandara Koroway Batu untuk melakukan penanganan dan penyelidikan.
“Sehubungan dengan kejadian tersebut, Polda Papua telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dan akan mengirimkan tim yang akan dipimpin oleh Bapak Wakapolda Papua,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada wartawan, Rabu (11/2).
Menurut keterangan kepolisian, insiden pesawat Smart Air ditembak di Papua dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIT di Bandara Korowai Batu, Distrik Kombai. Pesawat sebelumnya lepas landas dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT. Namun sesaat setelah mendarat, tembakan dilepaskan dari arah hutan yang berada di samping area bandara.
“Pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping areal bandara,” kata Cahyo.
Pilot dan Kopilot Tewas
Peristiwa pesawat Smart Air ditembak di Papua ini mengakibatkan pilot dan kopilot meninggal dunia. Keduanya diketahui bernama Capt. Egon E dan Capt. Baskoro. Informasi korban jiwa diterima aparat beberapa jam setelah kejadian.
“Pada pukul 13.27 waktu Indonesia Timur, Polres Boven Digoel telah mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang yang diduga adalah pilot dan kopilot,” ujar Kombes Cahyo Sukarnito.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengungkapkan bahwa awak pesawat sempat mengirimkan pesan darurat melalui perangkat GPS sesaat setelah pesawat mendarat sekitar pukul 11.05 WIB. Dalam situasi pesawat Smart Air ditembak di Papua tersebut, penumpang dan awak pesawat langsung berupaya menyelamatkan diri dari serangan.
Brigjen Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa pilot dan kopilot yang berusaha menyusul penumpang masih terus menjadi sasaran tembakan dari para pelaku.
Seluruh Penumpang Selamat
Meski insiden pesawat Smart Air ditembak di Papua menewaskan dua awak, seluruh penumpang dilaporkan selamat. Total terdapat 13 penumpang, termasuk satu balita, yang berhasil melarikan diri ke arah hutan di sekitar bandara.
“Info lapangan, semua penumpang dalam keadaan selamat: 13 penumpang termasuk satu balita,” ujar Irjen Johnny Eddizon Isir.
Serangan terhadap pesawat Smart Air ditembak di Papua terjadi bersamaan dengan roda pesawat menyentuh landasan pacu. Tembakan datang dari sisi samping bandara, membuat suasana panik dan kacau. Para penumpang berhamburan mencari perlindungan di tengah situasi mencekam.
Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi pesawat Smart Air ditembak di Papua yang menelan korban jiwa tersebut.