29.2 C
Samarinda
Wednesday, December 8, 2021

Disegel Ahli Waris, DPRD Anggarkan Biaya Pembebasan Lahan SMP Biduk-Biduk

banner dprd samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Permasalahan gedung SMP Biduk-Biduk, Kabupaten Berau yang disegel oleh ahli waris pemilik lahan, masih berlarut-larut.

Namun, DPRD Berau juga telah mengambil langkah dengan memasukkan anggaran pembebasan lahan yang belum tuntas sejak 1983 itu dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022.

“Benar sudah kita anggarkan dalam APBD 2022, dan itu jadi salah satu prioritas karena SMP yang berdiri di atas lahan sengketa dengan ahli waris itu sudah berlangsung puluhan tahun. Jangan sampai masalah ini terus berlarut-larut,” jelas salah satu anggota Komisi I DPRD Berau, Jasmine Hambali, ditemui Kamis 18 November 2021.

Dikatakannya, semua pihak ingin agar para siswa bisa belajar dengan baik dan maksimal. Sejauh ini,  hanya penganggaran yang bisa dilakukan oleh DPRD Berau. OPD yang mengatur teknis di lapangan yakni Dinas Pendidikan Berau.

“Semua kembali ke Pemkab Berau. Yang jelas kita sudah mencarikan solusi itu dengan memberikan ganti rugi penggunaan lahan bangunan SMP Biduk-Biduk,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, siswa menengah pertama di Biduk-Biduk masih melakukan pembelajaran secara daring. Padahal SMP N 1 Biduk-Biduk merupakan salah satu sekolah dari 66 sekolah yang mendapatkan izin untuk melaksanakan sekolah tatap muka. Itu karena sekolah mereka disegel warga yang mengklaim ahli waris lahan.

Bahkan, Pemkab Berau juga telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan menyurati pihak ahli waris agar mau membuka segel sekolah sembari menunggu proses pembebasan lahan selesai.

Namun, sejak disurati pada 15 Oktober 2021 lalu, tak ada balasan ataupun konfirmasi dari pihak ahli waris. Upaya rekonsiliasi yang dilakukan 27 Oktober 2021 lalu dengan mendatangi langsung lokasi bersama Badan Pertanahan, belum membuahkan kesepakatan. (ADV)

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU