23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Disdikbud Harap Tidak Ada Anak Putus Sekolah di Kukar

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Saat menghadiri pelepasan siswa SMPN 3 Tenggarong, Pamong Peserta Didik SMP Disdikbud Kukar, Kusrani berharap, tidak boleh ada anak di Kukar, yang tidak bisa menikmati pendidikan sekolah. Ini demi kemajuan bangsa.

“Selamat telah menempuh pendidikan selama 3 tahun di SMPN 3 Tenggarong,” sebut Kusrani, membacakan sambutan Kadisdikbud Kukar, Rabu 25 Mei 2022, di gedung Puteri Karang Melenu(PKM) Tenggarong Seberang.

Kusrani melanjutkan, setelah tiga tahun menempuh ilmu pengetahuan di SMPN 3, maka para siswa akan kembali ke orang tua masing-masing. Dan diharapkan jalani proses selanjutnya, ke jenjang yang lebih tinggi, bisa masuk di SMA/SMK, bisa juga mendaftar di MA atau Ponpes.

“Kami tidak ingin, ada anak di Kukar tidak sekolah. Minimal lulus SMP, jika memang tidak berlanjut ke sekolah formal, bisa mengikuti paket kesetaraan setingkat SMA, ” jelasnya.

Saat ini juga, program beasiswa sudah banyak melalui program pemerintah, agar anak tidak putus sekolah. Seperti beasiswa program indonesia pintar. Ada juga beasiswa Pemprov Kaltim, melalui beasiswa Kaltim Tuntas.

“Di Kukar sudah ada beasiswa melalui program Kukar Idaman,” ucapnya.

Bahkan kalau ada yang memiliki keahlian khusus seperti Tahfidz Quran, bisa daftar menjadi anggota TNI dan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri(APDN) melalui jalur khusus minat dan bakat.

“Jangan lupa juga, dimana pun sekolahnya, tetap hormati kedua orang tua dan guru kita,” tandasnya.

Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariyani menyebut, sebanyak 320 siswa yang dilepas, bagian dari generasi emas yang unggul. Karena ada perwakilan dari siswa yang memborong medali emas, perak dan perunggu. Dalam ajang kompetisi tingkat Nasional, untuk mata pelajaran Matimatika, IPS dan Bahasa Inggris. Dengan capaian 2 emas, 4 perak dan 2 perunggu.

“Siswa peraih medali tersebut, atas nama Widi Salsabilla Puteri, Violny Khezia Canovany Surya,” sebutnya.

Ketua Komite Sekolah, Siswanto berpesan, secara singkat, pelepasan bukan pada saat ini saja, bukan berarti lepas selamanya. Kedepannya silaturahmi dengan guru harus terus dijaga. (Adv/Andri)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU