src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dekat dengan IKN, Pengelolaan Sampah Kukar Jadi Tolok Ukur Nasional

Dekat dengan IKN, Pengelolaan Sampah Kukar Jadi Tolok Ukur Nasional

2 minutes reading
Wednesday, 27 Sep 2023 13:18 399 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Memiliki jarak yang berdekatan dengan IKN Nusantara Kaltim, Kabupaten Kukar menjadi tolok ukur pengelolaan sampah secara Nasional. Pengelolaan akan dinilai dari pihak desa dan kelurahan dalam pengelolaan sampah.

“Kita lakukan penelitian pengelolaan sampah di desa dan kelurahan, dengan menggandeng tim peneliti Universitas Proklamasi 45 Jogjakarta,” sebut Kabid Ekonomi dan Pembangunan Daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar, Karno, di kantornya, Selasa 26 September 2023.

Karno menyebut lagi, untuk kajian awalnya, sudah dipersentasikan pihak Universitas Proklamasi 45 kemarin, Senin 25 September 2023, dimana Muhammad Noviansyah Aridito sebagai Ketua Tim Peneliti. Dan menghadirkan pendamping dari Dosen Fakultas Teknik Unmul Samarinda, Juli Nurdiana serta Kabid Kebersihan DLHK Kukar, Irawan.

Dari kajian awal disajikan, timbunan sampah di Kukar sebesar 313.77 ton dan setahun sebesar 114.542,75 ton per tahun berdasarkan basis data SIPSN KLHK tahun 2022, Pemda bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan.

Kajian Pengelolaan sampah di desa dan kelurahan di Kukar, sebagai upaya mengetahui dan mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah saat ini, dari sisi layanan dan fasilitas persampahan, serta peran serta masyarakat.

“Selanjutnya, BRIDA dan peneliti akan turun ke lapangan, guna pengambilan data lapangan,” sebut Karno.

Tujuan dari kajian tersebut, ditambahkan Karno, akan memberikan rekomendasi fasilitas dan sarana prasarana sesuai implementasi Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas) Indonesia Bersih pada tahun 2025.

“Bisa juga memberikan rekomendasi peningkatan kapasitas dan modal sosial, dalam pengelolaan sampah berbasis desa dan kelurahan,” sebutnya.

Ketua Tim peneliti, Muhammad Noviansyah memastikan, penelitian akan dilakukan di lapangan, yang telah dipilih secara acak dari beberapa kecamatan yang ada di Kukar.

Data yang diperlukan, besaran timbunan sampah, aspek teknik dan operasional, kegiatan masyarakat dan mengelola sampah, aktifitas masyarakat sekitar TPA. Dilengkapi data sekunder dari beberapa Pemdes dan OPD Pemkab Kukar.

“Inti dari pengelolaan sampah, tidak dibuang ke sungai dan laut sehingga mencemari perairan, serta tidak merusak atmosfir udara dengan cara dibakar. Simtem pengelolaan sampah di Kukar sudah cukup bagus, jika dibandingkan dengan daerah lainnya,” paparnya.(Andri)

LAINNYA
x