src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Debat Ketiga Pilgub Kaltim: Ketua KPU Tekankan Pentingnya Demokrasi yang Mencerahkan

Debat Ketiga Pilgub Kaltim: Ketua KPU Tekankan Pentingnya Demokrasi yang Mencerahkan

2 minutes reading
Friday, 22 Nov 2024 07:39 148 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Timur (KPU Kaltim), Fahmi Idris, menegaskan bahwa debat publik ketiga calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim bukan sekadar ajang retorika politik.

Dalam sambutannya di Studio CNN Indonesia, Jakarta, Fahmi menekankan bahwa debat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang arah pembangunan daerah.

“Debat ini adalah bagian penting dari proses demokrasi. Kami ingin masyarakat memiliki informasi yang jelas dan lengkap untuk memilih pemimpin terbaik bagi masa depan Kaltim,” kata Fahmi pada Sabtu, 22 November 2024 malam.

Dengan mengusung tema ‘Ekonomi, Pendapatan Daerah, Kebudayaan, dan Lingkungan,’ debat ini mempertemukan dua pasangan calon: Isran Noor-Hadi Mulyadi (nomor urut 1) dan Rudy Mas’ud-Seno Aji (nomor urut 2). Menurut Fahmi, tema tersebut dipilih karena mencakup aspek strategis yang menjadi pondasi pembangunan daerah.

“Kami berharap tema ini mampu menggali gagasan yang konkret dari para kandidat, terutama terkait pengelolaan sumber daya daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam sesi debat, kedua pasangan calon menyampaikan visi dan program andalannya. Isran Noor dan Hadi Mulyadi menegaskan komitmen mereka pada pembangunan sumber daya manusia unggul untuk mewujudkan Kaltim yang berdaulat. Di sisi lain, Rudy Mas’ud dan Seno Aji memaparkan rencana penggunaan teknologi, termasuk aplikasi Sakti, untuk meningkatkan pelayanan publik dan akses masyarakat terhadap infrastruktur.

Namun, bagi Fahmi, inti dari debat bukan hanya tentang apa yang dijanjikan para kandidat. Ia menekankan bahwa keberhasilan demokrasi terletak pada partisipasi aktif masyarakat.

“Target kami adalah partisipasi pemilih mencapai 77,5 persen. Dengan debat seperti ini, kami yakin masyarakat semakin tergerak untuk berpartisipasi dalam Pilgub,” ujar Fahmi.

Debat ini juga menjadi momen refleksi atas capaian Pemilu sebelumnya, di mana tingkat partisipasi pemilih Kaltim mencapai 79,81 persen, melampaui target nasional. KPU Kaltim berharap tren positif ini berlanjut, sekaligus memperkuat legitimasi pemimpin yang terpilih.

Dengan disiarkan langsung melalui televisi dan kanal YouTube resmi KPU Kaltim, debat ini juga menggarisbawahi pentingnya pemilih cerdas. Fahmi mengingatkan bahwa pilihan yang tepat lahir dari informasi yang lengkap.

“Kami ingin masyarakat memilih dengan bijak, berdasarkan pemahaman, bukan sekadar emosi,” tutupnya. (ADV/Zayn)

LAINNYA
x