src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Butuh Uang Buat Bayar Kos, Jajakan Diri di Medsos

Butuh Uang Buat Bayar Kos, Jajakan Diri di Medsos

2 minutes reading
Monday, 29 Mar 2021 12:42 422 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Maraknya prostitusi online alias daring di Kota Samarinda memang bikin miris. Sebab, anak di bawah umur ikut menjajakan dirinya kepada pria hidung belang.

Sebut saja Bunga (16) bukan nama sebenarnya. Bunga terseret arus prostitusi berbasis aplikasi media sosial karena terdesak membayar biaya indekos.

“Pengakuan Bunga sudah sering BO (booking open) dari tahun 2018, si Bunga ini melakukannya hanya saat tidak punya uang buat bayar kos-kosan,” jelas Ketua FKPM Pelita Marno Mukti saat dijumpai di Kecamatan Samarinda Ilir, Senin 29 Maret 2021.

Dalam sekali kencan, dia memasang tarif Rp 1 juta. “Biasanya dia dibawa ke rumah, kadang mencari pelanggan sendiri, dan sesekali mendapatkan tawaran dari teman,” tutur Marno.

Kasus ini terungkap justru karena kesalahpahaman antara Bunga dan rekannya, sebut saja Melati, bukan nama sebenarnya.

Melati mendatangi Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Pelita yang berada di Kecamatan Samarinda Ilir, Sabtu 27 Maret 2021.

Melati merasa keberatan dituduh oleh Bunga yang kehilangan uang. Dia melapor bahwa uang Bunga hasil menjajakan diri dibawa kabur oleh seorang sahabatnya yang kebetulan tinggal dalam satu kos-kosan.

“Saat kita datangkan, ternyata uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar kos-kosan,” ungkapnya.

Setelah dimediasi, ketiga wanita yang masih di bawah umur itu akhirnya berdamai. Mereka sepakat untuk tidak meneruskan permasalahan.

“Dari kasus ini kita hanya lakukan mediasi, dan meminta Bunga untuk tidak kembali melakukan ‘open BO’. Lantaran tidak ada muncikari, laporan ini tidak kami lanjutkan ke kepolisian. Bunga kita anggap sebagai korban,” terangnya.

Sering mendapatkan kasus prostitusi di bawah umur, Marno pun mengimbau kepada orang tua agar dapat memantau putri-putrinya.

“Biasanya anak-anak seperti ini melakukan prostitusi daring karena ajakan dari teman, dan kurangnya perhatian dari orang tua atau keluarga,” pungkasnya.

Penulis: Riski
Editor: MH Amal

LAINNYA
x