src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> ‎Kukar Tak Pernah Dapat Bankeu Provinsi dengan Nominal Besar, Ini Penyebabnya

‎Kukar Tak Pernah Dapat Bankeu Provinsi dengan Nominal Besar, Ini Penyebabnya

2 minutes reading
Wednesday, 28 Jan 2026 23:26 10 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim untuk Kabupaten Kukar tidak terlalu besar.  ‎”Saya akui, Bankeu Kaltim untuk Kukar tidak terlalu besar,” sebut anggota DPRD Kaltim, Salehuddin SFil.

‎Apa penyebabnya? Kata Saleh, salah satunya adalah faktor komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Pemkab Kukar dengan Pemprov dan DPRD Kaltim masih lemah. Seharusnya bisa ditingkatkan lagi jika ingin mendapatkan besaran Bankeu lebih besar. ‎‎”Yang diterima Kukar di bawah Rp 100 miliar, paling besar sekitar Rp 120 miliar per tahun,” terangnya.

‎Selain itu, dalam hal mendapatkan Bankeu, persyaratannya lebih ribet jika dibandingkan dengan proyek kegiatan belanja langsung. ‎”Kalau Bupati Kukar tidak mengusulkan kegiatan yang dibiayai Bankeu Kaltim bisa tidak dapat,” terangnya.

‎Penggunaan Bankeu sesuai kebutuhan daerah seperti perbaikan jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha dan peningkatan jalan poros Kota Bangun-Kutai Barat. ‎”Bankeu juga bisa digunakan untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat, bukan hanya infrastruktur saja,” sebut politisi Golkar ini.

‎Saleh menyarankan agar Pemkab Kukar tetap mengusulkan Bankeu demi membantu kegiatan pembangunan di tengah defisit anggaran atau Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang menurun.
‎‎”Pihak Pemkab melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) silahkan melakukan permohonan Bankeu kepada Pemprov,” jelasnya.

‎Dia siap membantu jika Pemkab Kukar membutuhkan Bankeu. Sepengetahuan mantan Ketua DPRD Kukar ini, daerah lain sangat intens ajukan permohonan. ‎”Jika tidak mengajukan permohonan terkesan tidak butuh Bankeu untuk pembangunan daerahnya,” pungkasnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x