src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dorong UMKM Naik Kelas, Diskoperindag Berau Perkuat Akses Digital dan NIB

Dorong UMKM Naik Kelas, Diskoperindag Berau Perkuat Akses Digital dan NIB

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Okt 2026 20:39 46 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pengembangan UMKM di Kabupaten Berau tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat untuk memulai usaha. Pelaku usaha juga perlu dibekali pengetahuan, legalitas, serta akses terhadap layanan digital agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau melalui kegiatan Sosialisasi Aplikasi SAPA UMKM, Kewirausahaan dan Perizinan Berusaha yang digelar di Kantor Kecamatan Teluk Bayur.

Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita mengatakan, penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong usaha lokal agar semakin berkembang dan memiliki daya saing. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami bahwa keberlangsungan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana mengelola usaha, memanfaatkan teknologi dan memenuhi aspek legalitas.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM mendapatkan informasi mengenai Aplikasi SAPA UMKM yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan layanan terkait pengembangan usaha.

“Karena itu, kami memberikan pendampingan mulai dari pemahaman kewirausahaan, pemanfaatan aplikasi hingga legalitas usaha,” ujarnya.

Ia menilai, legalitas usaha juga menjadi salah satu fondasi penting bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Dengan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), pelaku usaha memiliki identitas dan legalitas yang dapat mendukung pengembangan bisnisnya.

Karena itu, kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi. Diskoperindag Berau melanjutkannya dengan pendampingan pembuatan NIB serta instalasi Aplikasi SAPA UMKM bagi pelaku usaha di Kecamatan Teluk Bayur yang berlangsung 7-9 Oktober 2026.

“Harapannya, pelaku UMKM tidak hanya mengetahui pentingnya legalitas, tetapi juga dapat langsung memperoleh pendampingan untuk mengurusnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Nova Dwi Sapta selaku Jafung Pengembang Kewirausahaan Ahli Pertama menyampaikan materi mengenai Aplikasi SAPA UMKM. Sementara Hasnawati, Dosen Universitas Muhammadiyah Berau, memberikan penguatan mengenai kewirausahaan.

Adapun materi perizinan berusaha disampaikan Very Atong dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), termasuk mengenai pentingnya legalitas bagi pelaku usaha.

Eva berharap, pendampingan yang diberikan dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM dalam memperoleh informasi dan layanan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

“Dengan memahami digitalisasi, kewirausahaan dan legalitas usaha, kami berharap UMKM di Berau semakin kuat dan mampu meningkatkan daya saingnya,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x