src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Doa Buka Puasa Bayar Hutang Ramadan Arab, Latin, dan Terjemahannya

Doa Buka Puasa Bayar Hutang Ramadan Arab, Latin, dan Terjemahannya

4 minutes reading
Friday, 23 Jan 2026 10:43 22 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO –Hukum puasa qadha menjadi topik penting bagi umat Islam yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i. Doa buka puasa bayar hutang Ramadan dibaca saat menunaikan puasa pengganti sebagai bentuk syukur dan penguatan niat agar kewajiban ibadah tetap terpenuhi sesuai tuntunan agama.

Dilansir dari Liputan6, puasa qadha atau puasa pengganti Ramadan wajib dilaksanakan bagi Muslim yang meninggalkan puasa karena alasan syar’i, seperti haid dan nifas. Puasa pengganti ini kerap disebut sebagai hutang puasa Ramadan yang harus ditunaikan di luar bulan suci. Pelaksanaannya dilakukan dengan penuh kesungguhan agar ibadah diterima oleh Allah SWT, termasuk dengan membaca doa buka puasa bayar hutang Ramadan saat waktu berbuka tiba.

Puasa qadha menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menebus kekurangan puasa Ramadan yang terlewat. Selain menjaga kewajiban agama, membaca doa buka puasa bayar hutang Ramadan juga menjadi momen bermunajat, memohon ridha Allah, dan menguatkan niat dalam menyempurnakan ibadah.

Ketentuan Puasa Qadha Ramadan

Sebelum mengamalkan doa buka puasa bayar hutang Ramadan, umat Islam perlu memahami ketentuan puasa qadha. Puasa qadha Ramadan dikerjakan sesuai jumlah hari yang ditinggalkan saat Ramadan. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184:

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat tersebut menegaskan bahwa puasa qadha adalah kewajiban yang harus ditunaikan, termasuk dengan mengamalkan doa buka puasa bayar hutang Ramadan sebagaimana doa berbuka pada umumnya.

Doa Buka Puasa Bayar Hutang Ramadan

Secara syariat, doa buka puasa bayar hutang Ramadan tidak berbeda dengan doa berbuka puasa saat Ramadan. Tata cara dan pelaksanaannya sama, termasuk bacaan doa berikut:

Arab:
اللهم لك صمت وبك آمنت وعليك توكلت وبك أفطرت برحمتك يا أرحم الراحمين

Latin:
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’ala rizqika aftartu birahmatika yaa arhamar rahimiin.

Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”

Dalam doa buka puasa bayar hutang Ramadan, terdapat makna mendalam. Lafaz lakasumtu menegaskan niat puasa semata-mata karena Allah. Sementara wabika aamantu mencerminkan keimanan, dan wa’ala rizqika aftartu menunjukkan rasa syukur atas rezeki berbuka. Penutup doa menjadi permohonan rahmat Allah yang Maha Pengasih.

Golongan yang Diperbolehkan Meninggalkan Puasa Ramadan

Selain memahami doa buka puasa bayar hutang Ramadan, umat Islam juga perlu mengetahui siapa saja yang mendapat keringanan meninggalkan puasa dengan kewajiban mengganti di kemudian hari.

1. Orang Sakit

Orang sakit yang dikhawatirkan kondisinya memburuk jika berpuasa diperbolehkan berbuka. Namun, mereka wajib mengganti puasa tersebut dan tetap dianjurkan membaca doa buka puasa bayar hutang Ramadan saat menunaikan qadha.

Allah SWT berfirman dalam Al-Baqarah ayat 185:
“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

2. Orang yang Sedang dalam Perjalanan Jauh

Musafir yang mengalami kesulitan saat perjalanan diperbolehkan tidak berpuasa. Setelah itu, ia wajib mengganti puasanya dan membaca doa buka puasa bayar hutang Ramadan ketika berbuka qadha.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa ketika dia bersafar.”

3. Orang Lanjut Usia

Lansia yang tidak mampu menjalankan puasa diberikan keringanan dengan membayar fidyah. Mereka tidak diwajibkan qadha, namun tetap dianjurkan memperbanyak amal ibadah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Baqarah ayat 184:
“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah.”

Ukuran fidyah setara dengan 1,5 kilogram beras per hari puasa yang ditinggalkan.

4. Wanita Hamil dan Menyusui

Wanita hamil dan menyusui yang khawatir terhadap kondisi diri atau bayinya diperbolehkan tidak berpuasa. Mereka wajib mengganti puasa di kemudian hari serta mengamalkan doa buka puasa bayar hutang Ramadan saat qadha.

Hadis riwayat Ahmad menyebutkan:
“Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.”

5. Wanita yang Sedang Haid dan Nifas

Wanita haid dan nifas dilarang berpuasa. Namun setelah suci, mereka wajib mengganti puasa yang tertinggal dan membaca doa buka puasa bayar hutang Ramadan saat menunaikan qadha.

Hadis riwayat Bukhari menyebutkan:
“Bukankah ketika haid, wanita itu tidak shalat dan juga tidak puasa.”

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x