src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wabup Kukar Rendi Solihin.(sumber : Andri/Headlinekaltim) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Megahnya pasar semimodern Tangga Arung Square (TAS) menjadi ajang bisnis oknum tertentu untuk praktik jual beli kios. Wabup Kukar Rendi Solihin mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut. ”Saya kesal,” ujar Rendi, Senin 30 Maret 2026, usai mengunjungi TAS.
Harga per kios yang ditawarkan oknum mencapai puluhan juta. Padahal, kios atau toko yang ada di TAS adalah milik pemkab. Pedagang hanya dikenakan biaya sewa tempat. ”Oknum tersebut pasti akan kita tindak tegas,” jelasnya.
Apa tindakan yang akan diambi Pemkab? Rendi mengaku akan meminta bantuan pendampingan hukum dari kejaksaan guna menindak para oknum tersebut. ”Saya juga sudah meminta kepada Sekda untuk tindak tegas penyewa yang belum menempat lapak. Sudah beberapa kali minta keringanan, tapi dikasih keringanan, tetap belum ditempati sampai sekarang,” jelasnya.
Selain itu, jasa sewa lahan untuk wahana permainan di dalam areal TAS juga ada oknum yang menaikkan harga seenaknya. Dari Rp 2.000 per perkan menjadi Rp 5.000. Alasannya, mengikuti Big tarif di Big Mall Samarinda.
”TAS itu bukan Big Mall, yang terpenting masyarakat bisa terbantu dan perputaran ekonomi dari TAS,” ungkapnya.
Dirinya meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar untuk mengevaluasi pengelolaan TAS. Menurutnya, pasar semimodern tersebut idealnya dikelola Disperindag. ”Kan pegawai Disperindag banyak yang bisa mengelola TAS,” ungkapnya.
Rendi menegaskan, TAS adalah sumbangsih Pemkab terhadap masyarakat Kukar. Ppenataan pasar ini membuat pedagang lama bisa meningkatkan kembali perputaran ekonomi. ”Pedagang pasar tumpah di luar areal TAS akan dicarikan solusi terbaiknya, apakah bisa masuk areal TAS,” pungkasnya. (Andri)