src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Karhutla di Kawasan Perumahan Korpri Pelita 8 Berulang, Petugas Temukan Sejumlah Satwa Mati Terbakar

Karhutla di Kawasan Perumahan Korpri Pelita 8 Berulang, Petugas Temukan Sejumlah Satwa Mati Terbakar

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Okt 2026 19:44 35 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang kali terjadi di kawasan Perumahan Korpri Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda, turut berdampak pada satwa liar. Dalam beberapa kejadian kebakaran di kawasan tersebut, petugas menemukan empat jenis satwa di area terdampak, yakni ular, landak, trenggiling, dan burung.

Pada kebakaran terbaru, Kamis, 22 Oktober 2026, seekor landak ditemukan dalam kondisi terbakar. Kebakaran lahan kali ini terjadi di RT 6 Perumahan Korpri Pelita 8 yang berbatasan dengan RT 8. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Satgas Karhutla BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 14.37 Wita. Petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut untuk melakukan penanganan di lokasi.

Namun, angin yang cukup kencang membuat api menyebar ke area yang lebih luas. Kondisi itu menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman, terlebih ketersediaan air di sekitar lokasi kebakaran juga terbatas. “Yang terbakar cukup luas ya, sekitar 20 hektare. Di sini juga terdapat salah satu hewan yang terbakar, yaitu hewan landak,” kata Nanang saat ditemui di lokasi kebakaran di Pelita 8.

Terkait temuan satwa, Nanang menyebut empat jenis hewan yang diketahui ditemukan selama beberapa kejadian kebakaran di kawasan tersebut. Belakangan ini ditemukan seekor landak yang mati terbakar di sekitar area kebakaran lahan. Meski demikian, belum ada rincian mengenai jumlah individu dari setiap jenis satwa maupun kondisi masing-masing satwa yang ditemukan dalam rangkaian kebakaran tersebut.

Selain angin kencang, keterbatasan pasokan air menjadi kendala lain yang dihadapi petugas. Untuk mengatasi kondisi itu, tim menggunakan flexible tank sebagai tempat penampungan air. Suplai air dilakukan secara bergantian agar petugas dan relawan dapat terus melakukan penyemprotan di titik kebakaran.

“Teknik untuk melakukan ini kita melakukan penyuplai menggunakan flexible tank. Jadi penampungan kita gunakan sehingga teman-teman dari relawan bisa estafet untuk melakukan penyemprotan di lokasi kebakaran,” demikian Nanang Arifin. (Retno)

LAINNYA
x