src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Muhammad Zikir Al-Kaffi(dua kiri), bersama Kepsek Neny Prastuty Handayani(dua kanan kaca mata) dan guru, saat pengumuman pemenang FCB.(Sumber : Kepsek Neny) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Tidak selamanya prestasi diraih pelajar yang ada di perkotaan. Ini dibuktikan oleh Muhammad Zikir Al-Kaffi, siswa SMAN 3 Loa Kulu. Dia berhasil meraih juara II Festival Candra Budaya (FCB) yang digelar Fakultas ilmu Budaya Unmul Samarinda, pada Selasa 10 Februari 2026 lalu.
“Festival tersebut berskala provinsi, siswa kami bisa meraih juara II mewakili Kukar,” sebut Plt. Kepala SMAN 3 Loa Kulu, Neny Prastuty Handayani, Jumat 13 Februari 2026.
Zikir berlomba dalam kategori membuat cerita pendek (Cerpen). Karyanya berjudul “Ketika Apatis Membunuh Matahari” menembus 10 besar dan menjadi pemenang kedua. Berkat prestasi yang diraihnya, Zikir mendapatkan golden ticket kuliah di Unmul Prodi Budaya dan Sastra Indonesia. “Kami bersyukur, anak kami raih Golden Tiket kuliah di Unmul,” jelasnya.
Seleksi lomba lumayan berat. Dijelaskan Neny, siswanya harus bersaing dengan 141 siswa SMA dan SMA se-Kaltim. Dari ratusan peserta, terseleksi 10 besar yang lombanya di Balai Bahasa Unmul. “Membuat cerpen langsung ditempat, terkadang tidak bisa, tapi siswa kami bisa membuktikan dan berhasil,” jelasnya.
Pihak sekolah terus mendorong para siswa/siswi berkompetisi secara terbuka dan mau mengikuti lomba-lomba yang digelar skala kabupaten dan provinsi. “Ke depannya semoga ada kegiatan skala nasional, yang bisa diikuti siswa kami,” jelasnya.
Neny yang hampir sebulan menjabat Plt Kepsek ini ingin memajukan sekolah yang berlokasi di Desa Sungai Payang Loa Kulu. Jarak tempuh dari Tenggarong 45 Km.
Terkait Zikir yang sudah mendapat tiket masuk Unmul, pihak sekolaha memperjungkan agar dia bisa mendapatkan beasiswa kuliah mengingat Zikir tergolong dari keluarga pra sejahtera. “Ketika mau berangkat ikut lomba, orang tua Zikir sudah berpesan bahwa anaknya yang sudah masuk kelas 12 itu tidak akan lanjut kuliah karena kendala ekonomi,” tuturnya.
Berdasarkan catatan sekolah, Zikir dari kelas 10-12 selalu meraih peringkat 1 di kelas. “Anaknya sosok yang baik dan cerdas, hormat dan nurut kepada kedua orang tua dan guru,” katanya.
Zikir, lahir pada 8 Juli 2008 di Tabalong, Kalimantan Selatan. Ayahnya, Hely berprofesi sebagai guru mengaji dan tukang ojek. Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga (IRT). Zikir bersama satu orang saudara tinggal di jalan M.Arsyid Dusun Sentuk RT.04, Sungai Payang.
SMAN 3 Loa Kulu sudah hampir empat tahun mandiri. Sebelumnya, sekolah tersebut berstatus filial dengan induk SMAN 2 Loa Kulu Desa Margahayu. Saat ini, sekolah memiliki gedung sendiri dengan jumlah siswa hampir 200 orang, dilengkapi laboratorium dan perpustakaan. (Andri)