src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi sakit di ulu hati, gejala saat maag kambuh. (Foto: Vista Create) HEADLINEKALTIM.CO – Puasa untuk maag kerap dipandang berisiko karena dikhawatirkan memicu kenaikan asam lambung. Padahal, jika dilakukan dengan pola yang benar, puasa untuk maag justru dapat membantu mengontrol produksi asam lambung, mengurangi keluhan perih di ulu hati, mual, hingga rasa kembung yang sering dirasakan penderita.
Dilansir dari RRI Samarinda, dokter sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Swandari Paramita. Ia menuturkan bahwa keluhan maag menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul saat Ramadan, namun kondisi ini tidak selalu menjadi alasan untuk tidak berpuasa.
Menurutnya, banyak pasien datang berkonsultasi dengan kekhawatiran apakah penderita maag boleh berpuasa. Dalam praktiknya, puasa untuk maag justru dianjurkan selama kondisi pasien stabil dan pola makan diatur dengan baik. Dengan jadwal makan yang jelas saat sahur dan berbuka, tubuh menjadi lebih terlatih untuk mengatur produksi asam lambung.
Secara teori, tubuh memiliki mekanisme adaptasi ketika seseorang berniat menjalankan puasa. Pada banyak kasus yang ia temui, asam lambung cenderung lebih terkendali ketika puasa dilakukan dengan konsisten dan tidak disertai kebiasaan makan berlebihan saat berbuka.
Agar puasa untuk maag berjalan aman, penderita dianjurkan tidak melewatkan sahur serta memilih menu yang ramah lambung. Berbuka puasa sebaiknya diawali dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih, lalu dilanjutkan makan malam dengan porsi wajar serta menghindari makanan terlalu pedas, asam, dan berlemak.
Ia juga mengingatkan agar penderita maag tidak menjadikan waktu malam sebagai ajang “balas dendam” makan berlebihan. Pola makan yang tidak terkontrol justru berpotensi memicu kambuhnya keluhan maag meski sudah berpuasa seharian.
Dengan niat yang sungguh-sungguh, keteraturan waktu makan, serta pemilihan menu yang tepat, puasa untuk maag tidak hanya aman dilakukan, tetapi juga dapat menjadi momentum memperbaiki pola makan sekaligus menjaga kesehatan lambung selama Ramadan.