src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Capres Anies Baswedan menjanjikan Kota Samarinda masuk dalam 40 Kota Perubahan dalam visi misi pasangan AMIN. (Puput/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kota Samarinda masuk dalam daftar 40 Kota Maju dalam program perubahan yang dicanangkan Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan yang berpasangan dengan Cawapres Muhaimin Iskandar (AMIN).
Sebagai salah satu dari 40 kota penggerak perekonomian di Indonesia, Anies berjanji akan membantu Ibu Kota Provinsi Kaltim ini dalam hal peningkatan infrastruktur dasar kota. Di antaranya mengupayakan air bersih, pengendalian banjir, dan pengolahan sampah.
“Kami ingin Samarinda menjadi kota kegiatan ekonomi yang menggerakkan di Kalimantan Timur. Untuk itu, kita harus memperbaiki infrastruktur dasar kota, yang selama ini menjadi masalah, seperti air bersih, banjir, dan sampah,” urai Anies.
Dia menyebut, nanti akan ada perluasan program kontrak pertanian yang merupakan kemitraan antara petani dan perusahaan untuk menghasilkan produk pertanian sesuai dengan kesepakatan.
Ia berharap, dengan adanya kontrak farming ini bisa menciptakan stabilitas pasokan pangan dan kestabilan harga serta kepastian pemasaran bagi petani. “Kami ingin agar kegiatan pertanian itu memiliki pasar-pasar yang jelas. Selama ini, tata niaga pertanian tidak diatur dengan baik sehingga petani sering merugi. Dengan adanya kontrak farming, kita bisa mengatasi masalah ini,” harapnya.
Selain itu, Anis merespon persoalan kondisi alam dan lahan pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim) yang kini semakin rusak akibat masifnya pertambangan batu bara. Dia mengakui, di setiap daerah memiliki keunggulan. Konteks Indonesia sebagai satu kesatuan, tidak bisa di pisahkan.
“Tiap daerah memiliki keunggulan, ada daerah yang cocok untuk perkebunan, ada daerah yang cocok untuk pertanian, ada daerah yang cocok untuk tambang. “Jadi, kita melihat ini sebagai satu kesatuan Indonesia. Karena itulah, alasan sistem logistik harus dibuat baik, agar barang-barang yang diproduksi di satu daerah bisa menjangkau daerah lain dengan baik,” tandasnya.
Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa salah satu masalah di Kaltim adalah mahalnya harga BBM yang disebabkan oleh sistem logistik yang kurang baik. Ia berjanji akan memperbaiki hal ini jika terpilih menjadi Presiden. “Salah satu yang ingin kita perbaiki adalah sistem logistik, termasuk harga BBM. Banyak pompa-pompa bensin di sini yang menjual BBM dengan harga tinggi karena biaya transportasi yang tinggi. Ini tidak adil bagi masyarakat Kalimantan Timur. Kita akan cari solusinya,” pungkasnya. (Puput)
Ikuti Saluran whatsapp Headline Kaltim dan Google News Headline Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya