src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bangunan Penunjang SMAN 3 Unggulan Tenggarong Telantar dan Rusak, Ini Penyebabnya

Bangunan Penunjang SMAN 3 Unggulan Tenggarong Telantar dan Rusak, Ini Penyebabnya

2 minutes reading
Friday, 13 Feb 2026 21:03 8 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Beberapa bangunan penunjang di SMAN 3 Unggulan Tenggarong belum difungsikan. Hal ini diakui Plt. Kadisdik Kaltim, Armin, saat meninjau sekolah berasrama penuh tersebut, Kamis 12 Februari 2026.

“Saya sudah meninjau, beberapa fasilitas penunjang yang belum difungsikan sama sekali,” sebut Armin.

Masalahnya, fasiitas tersebut belum dilakukan serah terima dari Pemkab Kukar ke Pemprov Kaltim. Bangunan tersebut dibangun Pemkab Kukar. “Jika ada serah terimanya, mungkin dari dulu sudah difungsikan,” tegasnya.

Bangunan yang belum difungsikan meliputi gedung bulu tangkis, rumah dinas, ruang serba guna, dan bangunan lainnya. Jika semakin lama tidak difungsikan, maka kerusakan akan semakin parah.

Armin menyarankan kepada pihak sekolah untuk mendata secara lengkap fasilitas apa saja  yang perlu perbaikan dan ditambah demi menunjang sekolah berasrama penuh satu-satunya di Kukar ini. Jika fasilitas sudah lengkap, pembentukan karakter siswa akan lebih mudah. “Bisa kita buatkan dokumen perencanaan perbaikan di tahun ini juga,” jelasnya.

Salah satu guru yang mengabdi sejak lama di SMAN 3 Unggulan Tenggarong mengakui karena lama tak difungsikan, bangunan tidak hanya rusak. Bagian bangunan juga jadi sasaran pencurian. “Sudah dua kali terjadi pencurian yang menyasar bangunan yang tidak berfungsi itu,” jelasnya.

Sekolah unggulan di Tenggarong Seberang ini berdiri pada tahun 2001. Digagas Bupati Kukar Syaukani HR. Kala itu masih sekolah satu atap dengan SMAN 2 Tenggarong. Pada tahun 2005 secara resmi berpisah dari SMAN 2 Tenggarong dan mandiri menjadi SMAN 3 Unggulan. Namun, masih satu gedung.

Kemudian, dibangunlah komplek pendidikan SMAN 3 di Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang pada 2009-2010 secara bertahap plus fasilitas penunjang. Para guru dan siswa resmi menempati gedung baru pada tahun ajaran 2012-2013. Total luas areal sekolah mencapai hampir 25 hektare.

Banyaknya bangunan penunjang SMAN 3 Unggulan yang tidak berfungsi mendapat perhatian anggota DPRD Kukar, Salehuddin SFil. Dia menyayangkan proses serah terima aset dari Pemkab ke Pemprov tidak jelas sampai sekarang. “Akan ada kesulitan jika Pemprov ingin membangun SMA/SMK di Kukar, jika asetnya belum jelas, dan tidak ada serah terima aset ke Pemprov,” ucapnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x