22.6 C
Samarinda
Thursday, December 1, 2022

Zulkifli Hasan Dengarkan Keluhan Petani Kelapa Sawit

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, bersama rombongan mengunjungi PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), pada Rabu 20 Juli 2022 di Kawasan Industri Kariangau usai meninjau Pasar Klandasan, Balikpapan Kota.

Kunjungannya didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Arzaedi Rahman beserta jajaran.

Saat tiba di kantor PT KRN, Menteri Zulkifli Hasan disambut langsung oleh Head of Social Security and Licensing Apical Group, M. Jaya Budiarsa. Apical Group merupakan perusahaan yang menaungi PT KRN.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan juga berjumpa dengan petani kelapa sawit. Mereka berdialog dan petani diberi kesempatan menyampaikan keluhannya terkait bahan baku minyak goreng yang mereka hasilkan, yang belakangan dihargai sangat rendah.

“Saya mengerti perasaan Bapak-Bapak, saya pun ingin permasalahan ini cepat selesai sehingga harga bisa membaik,” tuturnya.

Kehadirannya tersebut memang bertujuan untuk menyelesaikan persoalan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang harganya turun.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan perhitungan harga TBS di harga Rp2.400. Namun, saat ini mau tak mau harus menunggu untuk stabil agar bisa sampai pada harga jual tersebut.

“Saya rasa dua sampai tiga pekan ke depan akan ada perbaikan harga,” tuturnya.

Hingga 31 Agustus nanti ia meyakini akan ada produksi lagi. Kementerian Perdagangan saat ini terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami juga akan mengembangkan teknologi sederhana yang menghasilkan minyak merah. Kami coba membuat percontohan, membuat refinery sederhana. Dengan begitu bahan baku yang dibutuhkan akan lebih banyak. Sehingga membantu kebun-kebun rakyat,” jelasnya.

Kementerian juga akan bertemu beberapa pengusaha dan membahas komitmen 3 juta ton CPO dalam negeri. Ia berharap ini bisa jadi solusi pula bagi para petani. “Komitmen pasok dalam negeri harus ada,” tandasnya.

Datangi Pasar Klandasan Balikpapan

Mendag saat berada di Pasar Klandasan. (iwan)

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan beserta rombongan juga meninjau Pasar Klandasan, Balikpapan, Rabu 20 Juli 2022. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan harga minyak curah dan kebutuhan pokok lainnya. Dari Pemerintah Kota Balikpapan, hadir Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Arzaedi Rahman.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Zulkifli Hasan berdialog dengan para pedagang untuk menanyakan ketersediaan kebutuhan-kebutuhan pokok seperti telur, cabai, tahu tempe, serta minyak curah.

Ia menyampaikan, dari hasil dialog tersebut diketahui harga cabai sudah mulai turun, begitu juga dengan minyak curah.

“Untuk harga minyak curah sekitar Rp 14 ribu per liternya. Yang beredar di pasaran, ada dua macam minyak goreng. Yakni minyak goreng bermerek dan minyak curah,” tuturnya.

Hanya saja, lanjut dia, pembeli masih enggan menggunakan minyak curah karena takut kualitas dan tidak baik untuk kesehatan. “Tapi saya sudah menyampaikan kepada Dirjen agar menjelaskan ke masyarakat untuk tidak takut menggunakan minyak curah karena vitaminnya masih tinggi, sehat, bagus dan sangat aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Selain itu, harga telur menurutnya juga masih stabil. Sementara, meskipun bawang merah mengalami kenaikan, tapi harganya sudah lebih rendah dibanding beberapa pekan yang lalu. “Masih turun dibanding harga yang lalu, rata- rata di Kota Balikpapan harga bawang stabil,” katanya.

Terkait program Minyak Kita, Zulkifli meminta kepada Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan agar segera berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan. Supaya Minyak Kita bisa sampai ke Kota Balikpapan. “Segera komunikasikan agar warga Balikpapan juga bisa mendapatkan Minyak Kita” katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan menargetkan dalam waktu dekat akan memasarkan minyak goreng kemasan sederhana dengan merek “Minyak Kita”. Minyak kemasan tersebut saat ini sedang dalam proses pengajuan izin edar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Program Minyak Kita ini merupakan program lanjutan dari program sebelumnya, yaitu Minyak Goreng Curah Rakyat alias MGCR. Perbedaan keduanya adalah, pada kemasan minyak goreng yang lebih kuat dan rapi.

“Kalau minyak goreng curah yang MGCR itu kan plastiknya tipis, takut pecah. Nah, dengan program Minyak Kita itu nantinya packaging-nya lebih bagus. Lebih kuat dan rapi,” ujar dia.

Lebih lanjut, kemasan baru minyak goreng curah ini nantinya jauh lebih bersih dari kemasan sebelumnya. Selain itu juga diberi label kemasan “Minyak Kita” dan label harga sebesar Rp14.000.

Zulkifli menambahkan, nantinya apabila izin Minyak Kita sudah selesai, pasarnya akan diperluas hingga ke supermarket. “Jika minyak curah diragukan kebersihannya, sehingga toko-toko yang semacam minimarket itu tidak menerima. Tapi kalau sudah dikemas mereka akan mau,” tandasnya.

Penulis: Iwan

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -