24.4 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Soal Surat PAW, Makmur HAPK Isyaratkan Tempuh Langkah Ini

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Surat DPP Partai Golkar yang menyetujui pergantian antar waktu (PAW) posisi Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK kepada Hasanuddin Mas’ud kian mencuri perhatian publik. Surat tersebut diakui kebenarannya oleh Sekjen DPD Golkar Kaltim Husni Fahruddin, Senin 21 Juni 2021.

Ditemui usai memimpin rapat Paripurna ke-19 DPRD Kaltim, Makmur HAPK mengaku belum menerima salinan resmi surat PAW dirinya tersebut. Dan dia juga mengaku belum berkomunikasi dengan partai.

“Belum, saya belum terima,” ucapnya pada awak media, di Gedung D lantai 6 Kantor DPRD Kaltim, Senin 21 Juni 2021.

Dirinya juga mengaku selama ini belum pernah dipanggil oleh partai. “Saya belum ada komunikasi dan sebelumnya saya belum pernah dipanggil, kalau saya ada kekurangan apa. Kan perlu juga kita ini sebagai kader jadi harus menyadari juga, kita juga harus di-support organisasi. Yang baik itu seperti itu. Dipanggil, kekurangannya begini, itu yang baik. Karena saya ini kader juga. Etisnya, saya seorang kader organisasi besar seperti ini harus seperti itu,” katanya.

Disinggung mengenai apakah DPP boleh mengajukan pergantian sesuai yang ditentukan DPRD, Makmur enggan berkomentar banyak. “Nanti ada aturannya. Kalau usulan Partai Golkar bisa ditolak fraksi lain, saya tidak tahu itu. Saya tidak mau berkomentar sekarang, nanti beda persepsi,” ujarnya.

“Nanti kita lihat, kalau saya terima fisiknya, saya sebagai bagian dari warga partai semua berhak menyampaikan sesuatu kepada yang lebih tinggi, yang lebih berkompeten. Masalah diterima atau tidak diterima, bukan urusan saya. Yang penting saya sampaikan apa adanya. Yang saya ingin sampaikan adalah saya ingin memberikan pembelajaran yang baik kepada generasi ke depan,” katanya.

Ditambahkan mantan Bupati Berau dua periode ini, sebenarnya dirinya ingin beristirahat dari panggung politik. Namun, sejak lama partai Golkar memintanya untuk menjadi anggota DPRD. Dirinya pun “mengamini” permintaan tersebut.

“Saya kan sebenarnya merasa sudah luar biasa berada di lingkup partai ini. Hanya kita diminta mengabdikan diri. Saya di Kaltim ini tidak meminta diri, tapi saya diminta untuk jadi calon anggota DPRD. Sebenarnya saya sudah cukup. Jujur saya ingin istirahat. Kembali lagi, saya pribadi sebagai anggota partai yang baik akan menyampaikan sesuatu, kalau masalah tidak diterima atau diterima, itu bukan urusan kita,” katanya.

Apa langkah selanjutnya? “Saya ingin menuntaskan persoalan internal. Saya juga menjaga marwah partai,” imbuhnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU