Beranda BUMI ETAM Kasus Kematian Melonjak, Kesembuhan COVID-19 di Kaltim Melorot ke 56 Persen

Kasus Kematian Melonjak, Kesembuhan COVID-19 di Kaltim Melorot ke 56 Persen

Kasus Kematian Melonjak, Kesembuhan COVID-19 di Kaltim Melorot ke 56 Persen
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Satgas Penanganan COVID-19 di Kaltim mengungkapkan persentase kasus sembuh pasien di Kaltim terus menurun. Sedangkan, dari sisi angka kematian, Kaltim meningkat lebih tinggi daripada rata-rata kasus nasional.

“Tingkat kesembuhan kita saat ini semakin menurun karena seiring meningkatnya peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 daripada jumlah yang sembuh,” ujar juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Andi M Ishak dalam jumpa pers yang disiarkan di akun YouTube Dinkes Kaltim, Selasa 1 September 2020.

Advertisement

Tingkat kesembuhan COVID-19 di Kaltim semula 70 persen kini tinggal 56 persen. Sedangkan angka kematian mencapai 38 persen lebih tinggi dibanding angka nasional 24,4 persen.

“”Sementara angka kasus aktif COVID-19 di Kaltim sangat tinggi. Artinya kasus pasien yang dirawat masih 40 persen dari total kasus yang terkonfirmasi positif, baik yang isolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit,” kata Andi.

Hingga Selasa 1 September 2020, ada 1.734 kasus yang dirawat di Kaltim. Sedangkan jumlah kasus mencapai 4.305 kasus atau ada penambahan 64 kasus.

Untuk kasus sembuh, ada penambahan 17 kasus sehingga total 2.407 kasus. Adapun kasus yang masih dalam proses uji laboratorium sebanyak 1.041 kasus.

“Hari ini kasus meninggal di Kaltim dilaporkan ada penambahan 3 kasus sehingga total 164 kasus,” kata Andi, Selasa 1 September 2020.

Kasus meninggal tersebut seluruhnya dari Kutai Kartanegara yaitu pasien KKR 484 laki-laki 30 tahun warga Kukar memiliki gejala ISPA terkonfirmasi positif 31 Agustus 2020 dan dirawat di RSUD Dayaku Raja Kota Bangun.

Baca Juga  Disebut Positif Covid-19, Tiga Aktivis WALHI Dijemput BPBD Samarinda

“Kemudian, kasus meninggal lainnya pasien KKR 500 laki-laki 55 tahun memiliki gejala ISPA dan positif COVID-19 pada 29 Agustus dan dirawat di rumah sakit AM Parikesit. Lalu, pasien KKR 533 wanita 62 tahun, terkonfirmasi positif pada 30 Agustus dengan gejala ISPA,” kata Andi.

Penulis: Amin

Komentar
Advertisement