Beranda BUMI ETAM Empat Jabatan Lowong di Pemkab Kutim, 23 ASN Bersaing

Empat Jabatan Lowong di Pemkab Kutim, 23 ASN Bersaing

Pjs Bupati Kutim M Jauhar Effendi membuka seleksi JPT. (foto: istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang dibuka pada Kamis 26 November 2020 di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

Pjs Bupati Kutim Moh. Jauhar Efendi membuka kegiatan yang diharapkan dapat menemukan sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tepat untuk mengisi empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah lama kosong. Pejabat sebelumnya telah pensiun dan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Ada 23 ASN di lingkungan Pemkab Kutim yang mengikuti seleksi JPT 2020. Di mana mereka secara kepangkatan saat ini merupakan pejabat berpangkat Pembina atau Penata.

“Jabatan itu amanah bukan hak, tetapi kepercayaan. Yakinlah, kalau kita bekerja dengan baik, professional, jujur dan berintegritas, maka Insyaallah siapun pemimpin kita, pasti akan dipakai,” terang Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Kaltim ini.

Advertisement

Adapun empat kursi yang diperebutkan antara lain Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan.

Jauhar meminta agar 23 ASN yang mengikuti seleksi JPT tidak memakai istilah coba-coba alias harus benar-benar serius demi tanggung jawab pada negara dan menumbuhkan keinginan untuk berprestasi.

Pada masa sekarang, lanjutnya, masyarakat cenderung kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Tentu menjadi kewajiban pula bagi pejabat agar melek teknologi dan memiliki akun di berbagai platform media sosial sehingga  mengetahui kondisi riil di lapangan.

Baca Juga  Tak Bisa Masuk, Mahasiswa Kutim Jebol Pintu Dewan

“Kita juga harus punya Facebook, Instagram, Twiter agar bisa memantau perkembangan kondisi serta keluhan masyarakat. Dan penggunaan teknologi harus dilakukan dengan bijak serta bermanfaat positif bagi pembangunan di daerah dan juga masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: RJ Warsa

Editor: MH Amal

Komentar
Advertisement