25.1 C
Samarinda
Saturday, July 2, 2022

Dinkes Berau Imbau Puskesmas Tetap Siaga Peningkatan Kasus COVID-19

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNGREDEB – Hingga saat ini, pasien COVID-19 didominasi oleh warga kecamatan Tanjung Redeb, Berau. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjadi peningkatan kasus virus Corona dari kecamatan lain.

Mengantisipasi kemungkinan jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Berau terus bertambah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Iswahyudi  menegaskan agar seluruh Puskesmas harus tetap siaga dan waspada dalam setiap penangan pasien.

“Para petugas di seluruh Puskesmas telah kita siagakan sejak kasus COVID-19 ini belum muncul, menjaga kemungkinan adanya warga yang terpapar. Sekaligus aktif memantau pergerakan masyarakat yang keluar masuk ke daerah ini,” ucapnya, Senin 9 November 2020.

Dinkes sendiri, kata Iswahyudi, tetap melakukan monitoring ke Puskesmas untuk mengkoordinir perkembangan. “Petugas medis telah memenuhi standar penanganan COVID-19, baik dari segi kesiapan maupun APD,” imbuhnya.

Dijelaskan Iswahyudi, masing-masing Puskesmas juga telah menyediakan fasilitas untuk mencuci tangan dan tetap waspada ketika menangani pasien yang berobat di Puskesmas.

“Pengawasan terhadap pasien yang berobat itu penting, melakukan pengukuran suhu tubuh terlebih dahulu. Sebab, tidak menutup kemungkinan pasien yang berobat ke Puskesmas tersebut terpapar virus Corona,” ungkapnya.

Ia juga meminta para petugas di Puskesmas untuk menerapkan social distancing. “Pasien yang berobat harus tetap menjaga jarak duduk, sebagai langkah awal memutus rantai penyebaran virus Corona,” jelasnya.

Dia juga mengimbau agar petugas melakukan penanganan dengan standar pelayanan yang sudah ditetapkan pemerintah. “Siapkan rujukan serta komunikasi aktif dengan pihak Dinas Kesehatan dan RSUD apabila ada gejala COVID-19,” tegasnya lagi.

Yang paling penting menurutnya adalah pencegahan penyebaran COVID-19 benar benar dilakukan setiap hari secara konsisten. Di sisi lain, sosialisasi kepada masyarakat juga harus tetap dilakukan.

“Agar jangan sampai lengah dan kecolongan, termasuk memantau para pendatang dari luar Berau. Jika ada masyarakat dengan status ODP harus benar-benar diisolasi selama 14 hari,” tegas Iswahyudi. (adv)

Penulis: Sofi

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU