Beranda BUMI ETAM COVID-19 Ancam Target Road to One Million Barrel,  Respon Cepat dan Kolaborasi...

COVID-19 Ancam Target Road to One Million Barrel,  Respon Cepat dan Kolaborasi Jadi Kunci PEP Sangatta Field

Kilang minyak yang berada di salah satu area PEP Sangatta Field. (RJ Warsa/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Pandemi virus Corona (COVID-19) memukul dengan telak berbagai sektor kehidupan. Sudah ribuan nyawa direnggut virus ini. Namun, bukan hanya sektor kesehatan yang menderita. Dampak Corona juga membuat roda ekonomi jadi merana.

Pandemi tak hanya membekap Ibu Kota Jakarta. Kini, COVID-19 sudah jauh merasuk hingga ke daerah-daerah pedalaman. Termasuk di pedalaman Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Area RIG Pemboran PDSI 22.2 OW/700-M, Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field (PEP Sangatta Field) di Sangatta Selatan, tak luput dari penularan virus. Bahkan, area ini sempat jadi Klaster Pertamina ketika salah satu kru pengeboran diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 pada 19 September 2020 lalu.

Advertisement

Tentu saja, hal ini cukup menohok Pertamina EP, sebagai salah-satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu migas. Terlebih lagi, klaster tersebut membuat Kutim naik level ke zona merah alias resiko tinggi terkait penyebaran COVID-19 di Provinsi Kaltim.

Kekhawatiran pun menghantui Pertamina EP. Ini bisa berpengaruh besar pada target perusahaan dalam mendukung “Road to One Million”. Manajemen pun bergerak cepat.

Manager Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta Hanif Setiawan didampingi Legal & Relation Assistant Manager Rio Ostaryo mengatakan, ada 113 pasien yang ditangani saat COVID-19 terdeteksi di area perusahaan. Sebanyak 57 orang terkonfirmasi positif, 56 orang lainnya yang merupakan kontak erat harus melakukan isolasi mandiri.

Baca Juga  KCA RAHN UMI, Solusi Modal UMKM yang Tak Membebani di Masa Pandemi

“Lantas diambil tindakan isolasi mandiri secara terpisah antara yang terkonfirmasi positif dan kontak erat. Mereka ini adalah karyawan dari perusahaan mitra kerja Pertamina EP, untuk isolasinya berlangsung di hotel yang telah disiapkan tiap perusahaan kontraktor,” ungkap Hanif.

Soal klaster baru penyebaran COVID-19 di lokasi pengeboran minyak di Sangatta Selatan, dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal.

Dia mengapresiasi respon perusahaan yang sangat baik. Begitu ada pekerja terpapar, manajemen Pertamina EP langsung berkoordinasi kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutim.

“Untuk itu langsung diambil tindakan penanganan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas Sangatta Selatan, terkait penyebaran Covid-19 pada klaster Pertamina. Termasuk melakukan tracing di sekitar area pengeboran karena ada pekerja lokal yang direkrut oleh perusahaan mitra mereka yang balik ke rumahnya saat itu,” jelas dr Bahrani.

Ditambahkan Rio Ostaryo, selama menjalani isolasi, kondisi seluruh pekerja terpantau sehat. Mereka baru bisa keluar setelah masa pemantauan dinyatakan selesai oleh pihak Puskesmas.

Dengan begitu, aktivitas karyawan mitra kerja PT Pertamina tersebut bisa berlanjut seperti sediakala. “Aktifitas RIG Pemboran PDSI 22.2 OW/700-M sudah beraktivitas kembali secara normal. Untuk mencegah terulangnya kasus COVID-19 di area tersebut, kami membatasi akses keluar masuk. Termasuk pula bagi karyawan pengeboran yang direkrut dari masyarakat yang tinggal di sekitar area. Walau rumah mereka dekat, dengan memberlakukan protokol kesehatan, maka mereka tidak boleh pulang pergi sebebasnya. Tetap tinggal di camp yang telah disediakan oleh PEP Sangatta Field,” tegas Rio.

Baca Juga  Lima Orang Sekeluarga di Paser Positif Covid-19, Kaltim Sudah 617 Kasus

Hanif menjelaskan, keberadaan PEP Sangatta merupakan bagian penting dari PT Pertamina dalam mewujudkan capaian target produksi satu juta barel alias Road to One Million Barrel. Di antaranya melalui pengeboran sumur STE-15 yang memompa produksi minyak mentah buat negara sebesar 250 barrel oil per day (bopd).

“Adapun aktivitas yang dilakukan di RIG Pemboran PDSI 22.2 OW/700-M, merupakan upaya penambahan sumur di PEP Sangatta Field agar dapat men-support penuh target negara,” jelasnya menutup wawancara.

Dari Data Sistem Operasi Terpadu (SOT) SKK Migas pada Oktober 2020 (year to date), produksi minyak mentah di PEP Sangatta Field sebesar 1.843 bopd dari target 2.213 bopd. Dengan kata lain, realisasinya baru sebesar 87,68%.
Sedangkan produksi gas berkisar pada angka 2,43 million standard cubic feet per day (mmscfd), dari target 1,3375 mmscfd, atau realisasi sebesar 179,8%.

Adanya klaster penyebaran COVID-19 di tengah-tengah upaya menuju Road to One Million Barrel diharapkan menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan maupun semua pihak terkait tentang betapa pentingnya menjalankan protokol pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penulis: RJ Warsa

Komentar
Advertisement